Pemerintah Siapkan Dua Gedung di RSA UGM untuk Pasien Covid-19
Rabu, 29 April 2020 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, dua gedung baru yang digunakan untuk penanganan pasien COVID-19 ini merupakan bekas gedung yang tertunda pengerjaannya sejak 10 tahun lalu. "Sudah tertunda 10 tahun belum terselesaikan dan kami berharap gedung ini segera dimanfatakan untuk penaganan dan penangulangan covid-19," katanya.
Apabila pandemic covid-19 telah selesai, gedung baru ini akan dimanfaatkan sesuai perencanaan semula untuk penanganan penyakit menular di RSA UGM.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan gedung dalam kondisi darurat ini memang mengharuskan penyedia jasa dan kontraktor melaksanakan pembangunan lebih cepat tanpa tidak mengurangi kualitas bangunan yang dihasilkan. Semua sesuai standarisasi dan metodologi kerja lebih cepat. Sudah sesuai dengan kontrak kerjanya.
"Pembangunan gedung darurat COVID-19 di RSA UGM tidak memerlukan waktu lama karena sudah ada kontruksi bangunan yang dibangun sejak 2010 lalu. Sudah uji teknis, beberapa struktur perlu penguatan strukturnya.Sementara panel sudah ada dan peralatan medis sudah siap semua sesuai rekomendasi Kemenkes," katanya.
Menurut Basuki, gedung ini tidak berbeda jauh dengan pembangunan rumah sakit darurat COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. "Di Pulau Galang adan 340 bed, sekarang terisi 150-an. Namun kita harus siap jika yang masuk lebih banyak. Kalau sedikit justru alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa terlayani," katanya.
Apabila pandemic covid-19 telah selesai, gedung baru ini akan dimanfaatkan sesuai perencanaan semula untuk penanganan penyakit menular di RSA UGM.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan gedung dalam kondisi darurat ini memang mengharuskan penyedia jasa dan kontraktor melaksanakan pembangunan lebih cepat tanpa tidak mengurangi kualitas bangunan yang dihasilkan. Semua sesuai standarisasi dan metodologi kerja lebih cepat. Sudah sesuai dengan kontrak kerjanya.
"Pembangunan gedung darurat COVID-19 di RSA UGM tidak memerlukan waktu lama karena sudah ada kontruksi bangunan yang dibangun sejak 2010 lalu. Sudah uji teknis, beberapa struktur perlu penguatan strukturnya.Sementara panel sudah ada dan peralatan medis sudah siap semua sesuai rekomendasi Kemenkes," katanya.
Menurut Basuki, gedung ini tidak berbeda jauh dengan pembangunan rumah sakit darurat COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. "Di Pulau Galang adan 340 bed, sekarang terisi 150-an. Namun kita harus siap jika yang masuk lebih banyak. Kalau sedikit justru alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa terlayani," katanya.
(abd)
Lihat Juga :