Program Wisata COVID-19 di Sulsel Diklaim Hemat Anggaran Rp765 Miliar
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 21:01 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut program wisata COVID-19 berhasil menghemat anggaran cukup besar dan efektif mengedukasi warga terkait bahaya virus corona. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Program wisata COVID-19 yang digalakkan Pemprov Sulsel diklaim mampu menghemat anggaran hingga Rp765 miliar. Selain menghemat anggaran, program ini juga efektif dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya virus corona. Toh, para mantan pasien yang sembuh menjadi duta COVID-19.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan program ini juga berhasil mencegah potensi penularan sekitar 170.000 kasus baru di masyarakat. Sebab warga yang memiliki potensi tertular virus corona langsung dikarantina khusus.
Baca Juga: Update COVID-19 di Sulsel: Positif Bertambah 130, Pasien Sembuh Naik 71
"Anggaran yang dapat dihemat mencapai Rp765 miliar. Untuk penanganan di rumah sakit yang dapat muncul akibat kasus berat dan memerlukan perawatan intensif," kata Gubernur Nurdin.
Menurut dia, program ini juga memajukan UMKM, karena hotel dan jasa katering di Kota Makassar dan sekitarnya tetap beroperasi di masa pandemi COVID-19. Belum lagi efek yang didapat dari wisata ini.
"Sekitar 2.000-an peserta yang menjadi alumni siap untuk menjadi edukator di lingkungan masing-masing," ujar dia.
Sebelumnya Gubernur Nurdin mengklaim kesembuhan pasien COVID-19 Sulsel paling tinggi dari seluruh provinsi se-Indonesia. Selain itu penggunaan anggaran untuk penanganan dan pencegahannya dinilai paling irit.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan program ini juga berhasil mencegah potensi penularan sekitar 170.000 kasus baru di masyarakat. Sebab warga yang memiliki potensi tertular virus corona langsung dikarantina khusus.
Baca Juga: Update COVID-19 di Sulsel: Positif Bertambah 130, Pasien Sembuh Naik 71
"Anggaran yang dapat dihemat mencapai Rp765 miliar. Untuk penanganan di rumah sakit yang dapat muncul akibat kasus berat dan memerlukan perawatan intensif," kata Gubernur Nurdin.
Menurut dia, program ini juga memajukan UMKM, karena hotel dan jasa katering di Kota Makassar dan sekitarnya tetap beroperasi di masa pandemi COVID-19. Belum lagi efek yang didapat dari wisata ini.
"Sekitar 2.000-an peserta yang menjadi alumni siap untuk menjadi edukator di lingkungan masing-masing," ujar dia.
Sebelumnya Gubernur Nurdin mengklaim kesembuhan pasien COVID-19 Sulsel paling tinggi dari seluruh provinsi se-Indonesia. Selain itu penggunaan anggaran untuk penanganan dan pencegahannya dinilai paling irit.
Lihat Juga :