alexametrics

Akhirnya, Sapi Ngamuk di Bandung Bisa Dievakuasi dari Parit

loading...
Akhirnya, Sapi Ngamuk di Bandung Bisa Dievakuasi dari Parit
Petugas Diskar PB Kota Bandung dan warga saat berupaya mengevakuasi sapi ngamuk dari parit di Sadang Serang. Foto/Diskar PB Kota Bandung
A+ A-
BANDUNG - Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung dan warga Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, berjibaku selama 3,5 jam lebih untuk mengevakuasi sapi yang mengamuk dan masuk ke parit, Jumat (31/7/2020).

Upaya tak kenal lelah petugas Diskar PB dan warga akhirnya membuahkan hasil. Sapi berbobot ratusan kilogram itu bisa dievakuasi dari parit sedalam 3 meter sekitar pukul 16.34 WIB. (BACA JUGA:Seolah Tak Mau Disembelih Sapi di Bandung Ngamuk Lalu Masuk Parit)

Si sapi berkulit coklat milik seorang warga Sadang Serang yang hendak dikurbankan itu pasrah ketika ditarik ke atas oleh warga menggunakan tali. (BACA JUGA:Ini Penampakan Sapi Super Limosin dari Jokowi untuk Warga Jabar)

Lantaran lemas dan stres, setelah di atas parit si sapi pun tak mengamuk lagi. Warga kemudian membawa sapi ke tempat pemotongan. (BACA JUGA:MNC Peduli Salurkan Kurban Seekor Sapi Limosin ke Masjid Istiqlal)



Wakil Komandan Peleton (Danton) 3 Diskar PB Kota Bandung Dadang Rahmat mengatakan, dalam proses evakuasi, semula warga bersama petugas menarik sapi tersebut ke arah tangga dari bahan papan kayu.

"Namun upaya pertama itu gagal. Sebab, kaki belakang sapi tersangkut di celah tangga. Selain itu, tangga yang dibuat warga, licin," kata Dadang kepada wartawan seusai mengevakuasi sapi.



Kemudian, ujar Wadanton 3, warga dan petugas memperbaiki tangga itu dengan menambahkan undakan agar tidak licing. Dalam upaya kedua, sapi dibuat tenang terlebih dulu oleh warga agar tidak stres.

Setelah sapi tenang, warga dan petugas perlahan-lahan menarik tubuh sapi menggunakan tali. Akhirnya, sapi berhasil dievakuasi. Sesampainya di atas, sapi terlihat lemas.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak