Rudenim Makassar Awasi 7 Pengungsi Luar Negeri yang Pindah Penampungan
Kamis, 30 Juli 2020 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Berikutnya, dua pengungsi dari Myanmar sebelumnya berasal dari Pondok Maryam di Jalan Ratulangi dan Resky Jaya dipindahkan ke Wisma Budi di Jalan Harimau Makassar dan MSM 2. Keduanya dipindahkan dengan alasan penyatuan keluarga. Terakhir satu pengungsi Pakistan yang berasal dari Baji Rupa menuju Pondok Yaspis juga dikarenakan penyatuan keluarga.
Proses pemindahan antar akomodasi di Kota Makassar selama tahun 2020 telah dilakukan terhadap 139 orang pengungsi. Banyak penyebab yang menjadi alasan pemindahan antar akomodasi, antara lain : penyatuan keluarga, kurangnya fasilitas kamar, maupun akses sekolah atau akses kesehatan.
Pengungsi dari luar negeri dibawah penanganan IOM (International Organization for Migration) yang berada di Kota Makassar berjumlah 1.678 orang. Mereka berasal dari delapan negara Benua Asia dan lima Negara Benua Afrika. Masing-masing pengungsi diketahui mendapatkan support biaya hidup (living cost).
Support pendanaan oleh IOM sejak 15 Maret 2018 telah dihentikan ke pengungsi yang baru masuk. Hal ini mengakibatkan banyak pengungsi yang dikenal sebagai pengungsi mandiri di Indonesia tidak tercover secara finansial, ditambah lagi larangan bagi mereka untuk mencari penghasilan. Walaupun demikian tetap juga tak menyurutkan jumlah pengungsi yang datang ke Indonesia, berdasarkan data UNHCR sampai dengan April 2020 jumlah mereka sebanyak 13.500 orang.
Baca Juga: Imigrasi Polman Gagas Rakor Tim Pengawasan Orang Asing
Proses pemindahan antar akomodasi di Kota Makassar selama tahun 2020 telah dilakukan terhadap 139 orang pengungsi. Banyak penyebab yang menjadi alasan pemindahan antar akomodasi, antara lain : penyatuan keluarga, kurangnya fasilitas kamar, maupun akses sekolah atau akses kesehatan.
Pengungsi dari luar negeri dibawah penanganan IOM (International Organization for Migration) yang berada di Kota Makassar berjumlah 1.678 orang. Mereka berasal dari delapan negara Benua Asia dan lima Negara Benua Afrika. Masing-masing pengungsi diketahui mendapatkan support biaya hidup (living cost).
Support pendanaan oleh IOM sejak 15 Maret 2018 telah dihentikan ke pengungsi yang baru masuk. Hal ini mengakibatkan banyak pengungsi yang dikenal sebagai pengungsi mandiri di Indonesia tidak tercover secara finansial, ditambah lagi larangan bagi mereka untuk mencari penghasilan. Walaupun demikian tetap juga tak menyurutkan jumlah pengungsi yang datang ke Indonesia, berdasarkan data UNHCR sampai dengan April 2020 jumlah mereka sebanyak 13.500 orang.
Baca Juga: Imigrasi Polman Gagas Rakor Tim Pengawasan Orang Asing
Lihat Juga :