Rudenim Makassar Awasi 7 Pengungsi Luar Negeri yang Pindah Penampungan
Kamis, 30 Juli 2020 - 20:20 WIB
loading...
Petugas Rudenim Makassar mengawasi pemindahan lokasi penampungan terhadap tujuh pengungsi luar negeri di wilayahnya. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Makassar melakukan pengawasan proses pemindahan tempat akomodasi penampungan terhadap tujuh orang pengungsi luar negeri di wilayahnya, Kamis (30/7/2020).
Tujuh pengungsi luar negeri ini berasal dari berbagai negara. Masing-masing yakni empat orang dari Afganistan, dua orang dari Myanmar dan satu orang dari Pakistan. Mereka dipindahkan ke beberapa lokasi penampungan.
Sebelumnya dua pengungsi Afganistan yang menempati akomodasi penampungan Baji Rupa di Jalan Mappaoddang, dipindahkan ke Wisma Mustika 3 di Kompleks PU Mallengkeri. Alasannya, mereka punya keluarga yang telah lebih dulu berada di lokasi penampungan tersebut.
Baca Juga: Imigrasi Makassar Segera Deportasi 3 WNA China Pelanggar Izin Tinggal
Kemudian dua pengungsi Afganistan lainnya berasal dari Bugis Guest House dan Pondok Resky Jaya di Jalan Perintis Kemerdekaan, dipindahkan ke Pondok Yaspis di Jalan Bakti dan MSM 2 di jalan Jipang. Masing-masing dengan alasan dekat dengan akses sekolah dan penyatuan keluarga.
Tujuh pengungsi luar negeri ini berasal dari berbagai negara. Masing-masing yakni empat orang dari Afganistan, dua orang dari Myanmar dan satu orang dari Pakistan. Mereka dipindahkan ke beberapa lokasi penampungan.
Sebelumnya dua pengungsi Afganistan yang menempati akomodasi penampungan Baji Rupa di Jalan Mappaoddang, dipindahkan ke Wisma Mustika 3 di Kompleks PU Mallengkeri. Alasannya, mereka punya keluarga yang telah lebih dulu berada di lokasi penampungan tersebut.
Baca Juga: Imigrasi Makassar Segera Deportasi 3 WNA China Pelanggar Izin Tinggal
Kemudian dua pengungsi Afganistan lainnya berasal dari Bugis Guest House dan Pondok Resky Jaya di Jalan Perintis Kemerdekaan, dipindahkan ke Pondok Yaspis di Jalan Bakti dan MSM 2 di jalan Jipang. Masing-masing dengan alasan dekat dengan akses sekolah dan penyatuan keluarga.
Lihat Juga :