Kisah Pasukan Elite Mongol Kesulitan Menembus Hutan Rawa Pulau Jawa dan Siasat Jitu Raden Wijaya

Jum'at, 21 Juli 2023 - 09:40 WIB
loading...
Kisah Pasukan Elite...
Pasukan elite Mongol kesulitan menembus medan hutan rawa di Pulau Jawa dan serangan mematikan dari pasukan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
PASUKAN elite Mongol pernah mengalami kekalahan saat berusaha menguasai Pulau Jawa. Mereka kesulitan menembus medan hutan dan rawa dan serangan mematikan dari pasukan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Siasat jitu Raden Wijaya yang didukung pasukan dari Madura usai menyerang Kerajaan Kediri di bawah pimpinan Jayakatwang berhasil membuat pasukan Mongol kalang kabut.

Baca juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol

Hingga akhirnya salah satu pemimpin pasukan Mongol. Kau Shing melarikan diri dan memilih pulang dengan pasukannya ke negerinya.

Sementara itu Shih Pi dan Ike Mese, pemimpin pasukan Mongol lain yang ada di Kediri diserang secara mendadak oleh gabungan pasukan Madura dan Majapahit, kemudian memperoleh banyak dukungan dari masyarakat sekitarnya.

Alhasil pasukan Mongol ini harus melayani serangan secara terus-menerus di sepanjang perjalanan dari Kediri menuju ke Canggu. Karena serangan ini pasukan Mongol hanya bisa bertahan, dan mundur supaya tidak menderita kerugian yang lebih banyak lagi.

Shih Pi berpikir dengan jatuhnya Kediri tidak ada lagi tujuan yang harus dicapai oleh pasukan besar ini. Pada perjalanan mundur ke Canggu dilaporkan bahwa kerugian paling banyak diderita oleh pasukan berkuda andalan Mongol.

Baca juga: Siasat Majapahit dan Pasukan Mongol Bersatu Hancurkan Kerajaan Kediri

Medan tanah Jawa yang berawa-rawa dengan di kelilingi hutan membuat pasukan berkuda yang ditakuti di medan perang Eropa, tak berdaya jadi bulan-bulanan lawannya.



Di balik pimpinan Nararya Sangramawijaya atau Raden Wijaya (Raka pertama Kerajaan Majapahit) dan Arya Wiraraja tersebut, tentara Mongol benar-benar dibuat tak berdaya.

Dilaporkan pasukan berkuda Mongol menderita kerugian sebanyak 50.000 prajurit gugur. Oleh karena itu, setelah sampai di Ujung Galuh dengan membawa Raja Jayakatwang dan putranya sebagai tawanan. Pada tanggal 24 April 1293 Shih Pi memerintahkan untuk membunuh kedua orang tersebut.

Seketika itu juga pasukan gabungan ini untuk mengangkat jangkar meninggalkan kekalahan di tanah Jawa sambil membawa 100 tawanan, peta, daftar penduduk, surat-surat bertulis emas dari Bali dan barang berharga senilai 500.000 tahil perak.

Saat itu menandai tanah Jawa selamat dari penjajahan Kekaisaran Mongol. Sesampai di Mongol sendiri, Kubilai Khan sebagai Kaisar agung sangat dipermalukan sehingga Shih Pi kemudian mendapat hukuman atas kekalahan ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Rekomendasi
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Berita Terkini
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Melirik Geliat Transformasi...
Melirik Geliat Transformasi Digital dan Rahasia Transaksi Aman Masyarakat Kediri
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved