Isyarat Pangeran Purbaya Penggal 2 Dalang Pemberontakan di Kerajaan Mataram
Senin, 21 April 2025 - 11:24 WIB
loading...
Putra mahkota Kerajaan Mataram dan pasukannya bersiap memberontak. Saat itu, pemberontakan direncanakan Tumenggung Pasisingan. Namun, rencana itu diketahui terlebih dahulu Pangeran Purbaya. Foto: Ist
A
A
A
PUTRAmahkota Kerajaan Mataram dan pasukannya bersiap melakukan pemberontakan. Saat itu, pemberontakan direncanakan Tumenggung Pasisingan. Namun, rencana itu sudah diketahui terlebih dahulu oleh Pangeran Purbaya.
Lantas, Pangeran Purbaya memberikan informasi ke Raja Mataram Sultan Agung. Ketika Tumenggung Pasisingan bekerja membangun istana bersama pejabat dan pasukan Mataram lainnya segera ditangkap.
Dia lantas dibunuh dan ditikam oleh prajurit Mataram yang sudah diberitahu sebelumnya atas isyarat Pangeran Purbaya. Para kaki tangannya segera kabur lalu memberitahukan kepada Tumenggung Agrayuda sebagaimana dikutip dari buku "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I" dari HJ De Graaf.
Baca juga: 5 Gunung Suci di Jawa Timur Jadi Patokan Kerajaan Dirikan Bangunan
Dengan berputus asa, disandangnya tombak, dinaiki kudanya, dan diperintahkannya anak buahnya mengikutinya. Namun, mereka melarikan diri semua dan terpaksalah Tumenggung Agrayuda maju seorang diri. Di Pangurakan, dia dihadang lalu dibunuh. Kepalanya dipenggal.
Lantas, Pangeran Purbaya memberikan informasi ke Raja Mataram Sultan Agung. Ketika Tumenggung Pasisingan bekerja membangun istana bersama pejabat dan pasukan Mataram lainnya segera ditangkap.
Dia lantas dibunuh dan ditikam oleh prajurit Mataram yang sudah diberitahu sebelumnya atas isyarat Pangeran Purbaya. Para kaki tangannya segera kabur lalu memberitahukan kepada Tumenggung Agrayuda sebagaimana dikutip dari buku "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I" dari HJ De Graaf.
Baca juga: 5 Gunung Suci di Jawa Timur Jadi Patokan Kerajaan Dirikan Bangunan
Dengan berputus asa, disandangnya tombak, dinaiki kudanya, dan diperintahkannya anak buahnya mengikutinya. Namun, mereka melarikan diri semua dan terpaksalah Tumenggung Agrayuda maju seorang diri. Di Pangurakan, dia dihadang lalu dibunuh. Kepalanya dipenggal.
Lihat Juga :