Peringati Kerusuhan 27 Juli, PDIP Surabaya Kirim Doa untuk Pejuang Partai
Selasa, 28 Juli 2020 - 09:47 WIB
loading...
Kader PDIP memberi santunan pada anak yatim di beberapa lokasi di Surabaya.
A
A
A
SURABAYA - Tragedi penyerbuan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau disebut Kudatuli (kerusuhan 27 Juli) diperingati DPC PDIP PDIP Kota Surabaya dengan menggelar serangkaian doa bersama untuk para korban dan pejuang partai yang telah tiada, Senin (27/7/2020) malam.
Acara digelar di Kantor DPC PDIP Jalan Setail. Selain doa, juga digelar kegiatan khataman Alquran, santunan anak yatim di 5 panti asuhan. ”Kami mendoakan para korban 27 Juli 1996 dan pejuang partai yang telah mendahului kami. Beliau-beliau telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemenangan demokrasi Indonesia melawan rezim Orde Baru ketika itu,” kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, seusai doa bersama, Selasa (28/7/2020). (Baca juga: Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Pertanyakan Dana Pembangunan Kantor Partai )
Doa bersama yang diisi dengan pembacaan surat Yasin beserta bacaan tahlil serta istighosah dipimpin KH Abdul Tawaab Chudori, tokoh kiai kampung dan Gus Durian . Juga melibatkan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Surabaya. (Baca juga: PKB: Andai Masih Hidup, Gus Dur Pasti Sedih )
”Kirim doa ini sekaligus keberpihakan partai untuk membela para korban dan pejuang partai, yang telah membela dan menegakkan kedaulatan PDI Perjuangan dengan darah, keringat, air mata, pengorbanan harta benda hingga nyawa,” kata Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya.
Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya, Ustaz Mukhlis Amal, mengatakan, sudah seharusnya generasi sekarang tergerak hati untuk mengenang dan menghormati para korban kerusuhan dan pejuang PDIP.
Acara digelar di Kantor DPC PDIP Jalan Setail. Selain doa, juga digelar kegiatan khataman Alquran, santunan anak yatim di 5 panti asuhan. ”Kami mendoakan para korban 27 Juli 1996 dan pejuang partai yang telah mendahului kami. Beliau-beliau telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemenangan demokrasi Indonesia melawan rezim Orde Baru ketika itu,” kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, seusai doa bersama, Selasa (28/7/2020). (Baca juga: Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Pertanyakan Dana Pembangunan Kantor Partai )
Doa bersama yang diisi dengan pembacaan surat Yasin beserta bacaan tahlil serta istighosah dipimpin KH Abdul Tawaab Chudori, tokoh kiai kampung dan Gus Durian . Juga melibatkan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Surabaya. (Baca juga: PKB: Andai Masih Hidup, Gus Dur Pasti Sedih )
”Kirim doa ini sekaligus keberpihakan partai untuk membela para korban dan pejuang partai, yang telah membela dan menegakkan kedaulatan PDI Perjuangan dengan darah, keringat, air mata, pengorbanan harta benda hingga nyawa,” kata Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya.
Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya, Ustaz Mukhlis Amal, mengatakan, sudah seharusnya generasi sekarang tergerak hati untuk mengenang dan menghormati para korban kerusuhan dan pejuang PDIP.
Lihat Juga :