Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Pertanyakan Dana Pembangunan Kantor Partai
Selasa, 14 Juli 2020 - 15:39 WIB
loading...
DPC PDIP Surabaya digoyang isu dana pembangunan kantor partai. Dokumen/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Ketua DPC PDIP Kota Surabaya periode 2005-2010 Saleh Ismail Mukadar berusaha menjelaskan kembali polemik dana Rp10 miliar yang hingga kini menjadi misteri. Padahal, dana tersebut direncanakan untuk pembangunan kantor partai.
Saleh mengatakan, dirinya bersama Bambang DH yang pernah menjadi Wali Kota Surabaya tidak tahu menahu kemana keberadaan dana tersebut. Saleh hanya menyerahkan ke Whisnu Sakti Buana yang saat itu menjabat Ketua PDIP Surabaya. "Clear (bersih)," ucap Saleh, Selasa (14/7/2020).
Dikutip dari situs online lokal, Saleh mengizinkan tulisannya yang disebar melalui WhatsApp Grup di internal PDIP untuk dipublikasikan. Berikut isi tulisan tersebut:
Maka lewat tulisan pendek ini perlu saya jelaskan bahwa memang benar pada tahun 2006 ketika saya menjadi ketua DPC Surabaya. Kita telah melakukan syukuran pembangunan kantor DPC di atas lahan yang alas haknya ditulis atas nama Ali Muji (almarhum).
Pembangunan kantor itu dihentikan karena ada penolakan lewat berbagai demo oleh warga yang ada di perumahan persis di belakang lokasi kantor tersebut.
Saleh mengatakan, dirinya bersama Bambang DH yang pernah menjadi Wali Kota Surabaya tidak tahu menahu kemana keberadaan dana tersebut. Saleh hanya menyerahkan ke Whisnu Sakti Buana yang saat itu menjabat Ketua PDIP Surabaya. "Clear (bersih)," ucap Saleh, Selasa (14/7/2020).
Dikutip dari situs online lokal, Saleh mengizinkan tulisannya yang disebar melalui WhatsApp Grup di internal PDIP untuk dipublikasikan. Berikut isi tulisan tersebut:
Maka lewat tulisan pendek ini perlu saya jelaskan bahwa memang benar pada tahun 2006 ketika saya menjadi ketua DPC Surabaya. Kita telah melakukan syukuran pembangunan kantor DPC di atas lahan yang alas haknya ditulis atas nama Ali Muji (almarhum).
Pembangunan kantor itu dihentikan karena ada penolakan lewat berbagai demo oleh warga yang ada di perumahan persis di belakang lokasi kantor tersebut.
Lihat Juga :