100 Tempat Wisata di Jatim Kembali Beroperasi
Senin, 27 Juli 2020 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Padahal pandemi COVID-19 belum berakhir. Maka, dalam rangka memfasilitasi keinginan masyarakat tersebut, protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat.
“Jika protokol kesehatan diterapkan dengan baik di setiap tempat wisata, ekonomi masyarakat akan ikut bergerak dan resiko terpaparnya COVID-19 bisa dikendalikan,” ujarnya.
(Baca juga: Alumni Akpol 1991 Bhara Daksa Bagikan 25.600 Paket Sembako )
Dalam rangka menekan penyebaran dan meminimalisir klaster baru yang timbul di tempat wisata, kata dia, harus ada pembatasan jumlah pengunjung. Sistem seperti itu menjadi cara paling ampuh dalam meminimalisir munculnya klaster COVID-19.
"Misalkan ada penularan, maka harus menerapkan sistem 3T yaitu tracing, testing dan treatment. Dengan seperti itu, maka akan segera diketahui sumber dan penyebarannya," jelasnya.
“Jika protokol kesehatan diterapkan dengan baik di setiap tempat wisata, ekonomi masyarakat akan ikut bergerak dan resiko terpaparnya COVID-19 bisa dikendalikan,” ujarnya.
(Baca juga: Alumni Akpol 1991 Bhara Daksa Bagikan 25.600 Paket Sembako )
Dalam rangka menekan penyebaran dan meminimalisir klaster baru yang timbul di tempat wisata, kata dia, harus ada pembatasan jumlah pengunjung. Sistem seperti itu menjadi cara paling ampuh dalam meminimalisir munculnya klaster COVID-19.
"Misalkan ada penularan, maka harus menerapkan sistem 3T yaitu tracing, testing dan treatment. Dengan seperti itu, maka akan segera diketahui sumber dan penyebarannya," jelasnya.
Lihat Juga :