Misteri Karamah KH Abbas Buntet, Berbekal Tasbih Mampu Hancurkan Pesawat Pengebom Sekutu

Minggu, 25 Juni 2023 - 09:21 WIB
loading...
A A A
Setibanya di Stasiun Rembang, Jawa Tengah, sudah banyak orang yang menunggu. Rombongan Kiai Abbas lalu diantar ke Pondok Pesantren Kiai Bisri, di Rembang. Malam harinya, dilakukan musyawarah untuk menentukan komando/pemimpin pertempuran. Hasil musyawarah, komando pertempuran dipercayakan kepada Kiai Abbas.

Usai salat subuh, pondok Pesantren Rembang sudah ramai oleh para santri yang siap mati berjuang melawan penjajah. Rombongan lalu berangkat ke Surabaya. Sebelum berangkat ke Surabaya, Kiai Abbas sempat memanggil Abdul Wachid dan meminta sandal bakyak yang dititipkan kepadanya saat di Cirebon.

Kiai Abbas lalu berangkat dengan menumpang mobil sedan kuno. Di dalam mobil yang ditumpangi Kiai Abbas juga terdapat Kiai Bisri yang duduk di jok belakang, dan H Achmad Tamin di depan bersama sopir. Sementara para pengawal Kiai Abbas dari Cirebon diminta tetap tinggal berjaga di Pesantren Rembang.

Setibanya di Surabaya, rombongan Kiai Abbas disambut dengan gemuruh takbir dan pekik merdeka. Para kiai lalu masuk ke masjid dan melakukan salat sunnah. Kemudian, Kiai Abbas meminta KH Achmad Tamin berdoa di tepi kolam masjid.

Sedangkan kepada Kiai Bisri dari Rembang, Kiai Abbas memohon agar dia memerintahkan para laskar dan pemuda-pemuda yang akan berjuang melawan penjajah, untuk mengambil air wudu dan meminum air yang telah diberi doa.

Baca juga: Sadis! Geng Motor Bacok Warga Sukabumi Sambil Siaran Langsung di Media Sosial

Setelah meminum air yang telah diberi doa, para pemuda yang tergabung dalam Badan Perjuangan Arek-arek Suroboyo tanpa mengenal takut langsung menyerang tentara Sekutu dengan hanya bersenjatakan bambu runcing, dan parang.

Melihat keberanian pemuda Indonesia, para tentara Sekutu menghamburkan pelurunya ke segala arah. Korban dari kalangan pemuda sangat banyak sekali. Namun banyak juga serdadu Belanda yang tewas di ujung bambu runcing. Dalam pertempuran itu, Kiai Abbas dan para kiai lainnya berada di tempat yang agak tinggi, hingga bisa memantau jalannya pertempuran.

Dengan menggunakan sandal bakyak, Kiai Abbas berdiri tegak di halaman masjid sambil berdoa. Dia mengadahkan kedua tangannya ke langit, dan keajaiban terjadi. Beribu-ribu alu dan lesung dari rumah-rumah rakyat, berhamburan terbang menerjang serdadu–serdadu Sekutu.

Suara alu dan lesung bergemuruh bagaikan air bah, sehingga pasukan lawan kewalahan dan mereka pun mundur ke kapal induk mereka. Tidak lama kemudian, pihak Sekutu mengirim pesawat bomber. Akan tetapi pesawat itu tiba-tiba meledak di udara.

Beberapa pesawat sekutu berturut-turut datang lagi dengan maksud menjatuhkan bom-bom untuk menghancurkan Kota Surabaya. Tetapi sekali lagi, pesawat-pesawat itu mengalami nasib yang sama, meledak di udara sebelum beraksi.

Baca juga: Jadi Korban Kebakaran, Wanita Hamil di Deli Serdang Meninggal

Pertempuran hari itu berlangsung sepanjang hari dan berlanjut hingga hari esoknya. Pihak musuh kembali datang dengan menggunakan kendaraan lapis baja tank dan truk-truk langsung menyerang pertahanan para pemuda.

Serangan kedua dari Sekutu lebih gencar dari hari pertama. Mereka memuntahkan senjata kanon dan mortir, serta rentetan tembakan dari pesawat udara ke arah rakyat Indonesia. Serangan ini menimbulkan banyak korban jiwa.

Menghadapi serangan yang bertubi-tubi itu, para pemuda sempat terdesak dan mundur ke luar Kota Surabaya. Menjelang malam hari, pertempuran baru mulai mereda. Namun beberapa tembakan kecil masih sempat terdengar di sana sini.

Pada tanggal 13 November 1945, Kiai Abbas dan sejumlah rombongan kiai lainnya tiba dengan selamat di Pondok Pesantren Rembang. Saat itu, kondisinya tampak sangat lelah. Setelah subuh, mereka kembali pulang ke Cirebon.

Di tengah gigihnya perjuangan bersenjata rakyat, misi diplomasi juga dijalankan. Perjalanan sejarah perjuangan ini sangat mendapatkan perhatian utama dari para ulama. Hingga akhirnya tercapai Perjanjian Linggarjati, pada 1946.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pesawat Tempur AS Serang...
Pesawat Tempur AS Serang Kapal Tanker Iran
Rekomendasi
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
Berita Terkini
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved