Perundungan di Dunia Maya Marak, Lakukan Langkah Ini untuk Mencegahnya

Kamis, 22 Juni 2023 - 20:41 WIB
loading...
Perundungan di Dunia...
Beragam manfaat, mulai dari komunikasi hingga mendapatkan informasi bisa dilakukan lewat internet. Namun, ada juga sisi negatifnya, terutama kalangan anak usia sekolah. Foto ilustrasi
A A A
PANDEGLANG - Beragam manfaat, mulai dari komunikasi hingga mendapatkan informasi bisa dilakukan lewat internet. Itu sisi positifnya yang tidak bisa dipungkiri. Namun, ada juga sisi negatifnya, terutama penggunaan internet di kalangan anak usia sekolah, yaitu fenomena perundungan siber atau cyberbullying.



Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang Abdul Latif menyampaikan, data kasus perundungan di kalangan pelajar semakin memperihatinkan. Baca juga: Rektor UNJ Komitmen Wujudkan Kampus Anti Perundungan dan Kekerasan Seksual

Penelitian Center for Digital Society (CFDS) per Agustus 2021 yang dilakukan kepada 3.077 siswa SMP dan SMA usia 13-18 tahun dari 34 provinsi di Indonesia menyebut 1.895 siswa (45,35 persen) mengaku pernah menjadi korban perundungan.

"Sementara 1.182 (38,41 persen) lainnya menjadi pelaku," beber Abdul Latif saat menjadi narasumber dalam diskusi literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten, di Desa Giri Jaya, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (22/6/2023) sore.

Fakta memprihatinkan itu, lanjut dia, juga terkonfirmasi oleh laporan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2021-2022, yang menyebut tingkat penetrasi internet pada anak usia 13-18 tahun (99,16 persen). "Dan sebanyak 90,61 persen anak usia 13-18 tahun tersebut mengakses internet melalui gawai,” ujar Latif dalam diskusi bertajuk ”Mencegah Perundungan di Dunia Maya” itu.

Dalam diskusi luring yang digelar "chip in" dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu, Abdul Latif menyebut cyberbullying paling banyak terjadi melalui media sosial. Platform media sosial yang jamak digunakan, yaitu aplikasi percakapan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

”Adapun perilaku cyberbullying yang paling sering dilakukan adalah kekerasan siber (harassment), pencemaran nama baik (denigration), serta pengucilan (exclusion),” jelas Abdul. Baca juga: Keterlaluan! 5 Pelajar di Cianjur Dipaksa Cium Kaki Senior, Ditendang hingga Ditabrak Motor

Menurutnya, cyberbullying dapat mempengaruhi mental, emosional, hingga fisik para korban. Untuk itu ia berpesan kepada remaja pengguna digital selalu waspada dan berhati-hati berada di dunia maya. ”Salah satu langkah mencegah cyberbullying, verifikasi informasi dan teman yang belum dikenal,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Tltutor PJJ Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Herman Purba, doxing atau membagikan data personal seseorang ke dunia maya merupakan salah satu bentuk perundungan yang kerap terjadi di media digital.

"Bentuk lainnya, yakni: cyberstalking (memata-matai), revenge porn (balas dendam dengan menyebarkan foto/video vulgar), dan body shaming (penghinaan fisik)," kata Herman.

Herman menyampaikan tips atau langkah-langkah untuk mengatasinya. ”Caranya, blok atau laporkan akun media sosial pelaku cyberbullying, keluar dari grup di mana perundungan terjadi, bijak membagikan foto, video atau konten di media sosial dan serta tidak mengakses informasi yang dapat merugikan,” rinci Herman.

Influencer Inta Oceania mengatakan, perundungan dengan menggunakan teknologi digital sering terjadi di media sosial, platform percakapan (chatting), platform bermain game, dan ponsel.

”Cara mencegahnya, sesuaikan setelan privasi Anda di jejaring sosial, batasi informasi pribadi yang dapat dilihat orang lain, hati-hati dalam menambahkan daftar teman dan jejaring sosial,” tukasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved