BFI Finance Cermat Jaga Risiko di Semester I 2020 dan Tetap Bayarkan Dividen
Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Sejak April hingga Juni 2020, BFI Finance telah menyetujui restrukturisasi pembiayaan sebesar Rp4,1 triliun untuk 67.480 kontrak, atau setara 25% dari total nilai piutang pembiayaan perusahaan. (BACA JUGA: Badai Resesi Global Menghembus, Ekonomi RI Tergerus )
Rasio kredit bermasalah (non-performing financing/NPF) juga mengalami peningkatan, dari kondisi normal Perusahaan kisaran 1% meningkat menjadi sebesar 3,7% di akhir Juni 2020 sebagai dampak dari pandemi.
Namun, perusahaan telah melakukan pencadangan untuk memitigasi risiko di mana nilai cadangan kerugian meningkat dari 2,0% di akhir 2019 menjadi 6,0% di akhir semester I-2020.
“Meskipun terdapat peningkatan NPF, kami tetap melakukan manajemen keuangan dan risiko yang berhati-hati. Pencadangan kerugian piutang telah ditingkatkan secara masif untuk mengantisipasi potensi kerugian piutang yang akan timbul di semester II,” kata Finance Director dan Corporate Secretary BFI Finance Sudjono.
Peningkatan NPF di perusahaan, ujar Sudjono, sejalan dengan yang terjadi di industri pembiayaan. Berdasarkan data yang dipublikasikan OJK, rata-rata NPF industri pada Mei 2020 tercatat di angka 4,1%. Sementara pada periode sama, BFI Finance mencatat persentase lebih baik.
Rasio kredit bermasalah (non-performing financing/NPF) juga mengalami peningkatan, dari kondisi normal Perusahaan kisaran 1% meningkat menjadi sebesar 3,7% di akhir Juni 2020 sebagai dampak dari pandemi.
Namun, perusahaan telah melakukan pencadangan untuk memitigasi risiko di mana nilai cadangan kerugian meningkat dari 2,0% di akhir 2019 menjadi 6,0% di akhir semester I-2020.
“Meskipun terdapat peningkatan NPF, kami tetap melakukan manajemen keuangan dan risiko yang berhati-hati. Pencadangan kerugian piutang telah ditingkatkan secara masif untuk mengantisipasi potensi kerugian piutang yang akan timbul di semester II,” kata Finance Director dan Corporate Secretary BFI Finance Sudjono.
Peningkatan NPF di perusahaan, ujar Sudjono, sejalan dengan yang terjadi di industri pembiayaan. Berdasarkan data yang dipublikasikan OJK, rata-rata NPF industri pada Mei 2020 tercatat di angka 4,1%. Sementara pada periode sama, BFI Finance mencatat persentase lebih baik.
Lihat Juga :