Cerita Panas Pemilu 1955, Logo Masyumi Dibully sebagai Lambang Kejahatan

Rabu, 07 Juni 2023 - 15:17 WIB
loading...
Cerita Panas Pemilu...
Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) merupakan organisasi federasi berbasis Islam yang berdiri pada 24 Oktober 1943. Masyumi kemudian berubah menjadi partai politik. Foto/Ist
A A A
MASA kampanye Pemilu 1955 di Indonesia menjadi ajang partai politik untuk saling menyerang. Terutama partai politik (parpol) besar seperti PNI, NU, Masyumi, PKI dan PSI.

Para kader partai sibuk saling menghabisi daripada berjualan program ke rakyat. Serangan politik diyakini akan mendulang suara. Karenanya atribut parpol pun menjadi sasaran tembak.

Baca juga: Cerita Partai Masyumi: Pernah Menjadi Kekuatan Politik Terbesar di Indonesia

“Di daerah-daerah tertentu di Jawa, Masyumi diserang atas dasar takhayul bahwa bulan dan bintang, tanda gambar Masyumi, lambang kejahatan,” demikian dikutip dari buku Pemilihan Umum 1955 di Indonesia (1971).

Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) merupakan organisasi federasi berbasis Islam yang berdiri pada 24 Oktober 1943.

Pada 8 November 1945, yakni empat bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan, Masyumi berubah menjadi partai politik. Pada Pemilu 1955, Masyumi memposisikan sebagai lawan tangguh PKI.

Dalam mengambil hati rakyat, Masyumi menegaskan sebagai partai dengan tokoh yang paling banyak berjasa dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Logo Partai Ummat Mirip Partai Masyumi? Loyalis Amien Rais Bilang Begini

“Slogan Masyumi paling favorit mengatakan Masyumi selalu maju ke depan sebagai pemimpin setiap kali timbul keadaan yang sulit”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Rekomendasi
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved