Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde

Senin, 05 Juni 2023 - 05:34 WIB
loading...
Menguak Misteri Pangeran...
Situs cagar alam Batu Kalde di Kabupaten Pangandaran, yang diduga menyimpan mesiteri Pangeran Pajajaran. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Balok-balok batu berserekan di permukaan tanah, sebagian juga masih terlihat tertanam di tanah. Balok-balok batu beserta sejumlah arca tersebut, berada di Situs Batu Kalde, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan

Arca yang ditemukan di kawasan situs cagar alam Batu Kalde tersebut, antara lain dalam bentuk Nandi, Yono, dan Lingga. Diduga, arca dan balok-balok batu di daerah Pananjung tersebut, merupakan reruntuhan candi era kerajaan Hindu.



Dilansir dari tourism.pangandarankab.go.id, struktur bangunan berupa balok-balok batu tersebut telah mengalami abrasi air laut, karena kawasan itu kerap terendam air laut saat terjadi air pasang.

Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan

"Hal yang menarik adalah, di antara onggokan batu-batu terdapat sebuah yoni yang bagian atasnya pecah, arca nandi, dan bagian atas sebuah lapik (pedestal) bulatan cembung di atas bentuk persegi rendah, di sudut-sudutnya dihias dengan bentuk simbar sudut," tulis situs tourism.pangandarankab.go.id.

Struktur bangunan yang diduga bangunan candi bercorak Hindu tersebut, juga banyak disebut dengan nama Candi Pananjung. Dalam tourism.pangandarankab.go.id disebutkan, ada laporan perjalanan pendeta Bujangga Manik, pada abad ke-15 Masehi, sepulang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, disebutkan singgah di suatu desa yang bernama Pananjung.

Dalam catatan tersebut, disebutkan wilayah Desa Pananjung, berada di sebuah tanjung yang menjorok ke laut selatan. Diduga, Bujangga Manik, yang merupakan pendeta Hindu Sunda telah mengunjungi Batu Kalde.

Baca juga: Memalukan! Pemain Serang Penonton, Pertandingan Sepak Bola di Lebak Berakhir Ricuh

Batu Kalde atau juga disebut Candi Candha Wasi di Pananjung tersebut, diduga selain merupakan tempat peribadatan, juga sebagai tempat peristirahatan Raja Galuh Pangauban, bernama Maharaja Sanghiyang Cipta atau Prabu Linggawesi.

Candi Candha Wasi itu terdiri dari batu arca sapi yang biasa disebut sapi gumarang berukuran 1 x 1 x 0,6 m² dengan tinggi 5 meter mirip berukuran Kijang yang dalam Bahasa Sunda Kalde. Di lokasi tersebut, juga terdapat lima makam kuno.

Cerita tutur yang berkembang di masyarakat setempat, memaparkan kisah arca sapi ini merupakan nisan salah seorang menteri pertanian bernama Arya Sapi Gumarang, dari Kerajaan Pananjung yang sukses meningkatkan produktifitas pertanian. Untuk mengenang jasanya, maka pada kuburannya dibuatkana arca berbentuk sapi jantan.

Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde


Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, juga menyebutkan bahwa selain sebagai tempat peribadatan Hindu dan pencarian ilmu, Batu Kalde juga sebagai tempat pemakaman atau peristirahatan akhir Raja Galuh Maharaja Sanghiyang Cipta atau Prabu Linggawesi.

Dalam Waosan Babad Galuh tersirat, setelah Prabu Linggawesi wafat, jasadnya disempurnakan di Candi Candha Wasi yang lokasinya terletak di sebuah semenanjung Pantai Selatan.

Pada Waosan Babad Galuh juga diterangkan, saat prosesi pemakaman di sepanjang jalan dari mulai Ciputrapinggan ke lokasi Candi Canda Wasi rakyat duduk berlapis-lapis memberikan penghormatan terakhir pada raja.

Baca juga: 2 Bulan Jelang Pernikahan, Aji Tewas Ditikam Mantan Pacar Calon Istri

Antrean rakyat yang memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Galuh Pangauban Maharaja Sanghiyang Cipta, disebutkan sampai berjubel dari puri keraton yang terletak di Ciputrapinggan, hingga Candi Candha Wasi.

Rasa hormat yang tinggi masyarakat kepada raja, terlihat dari berbagai macam prosesi kebudayaan digelar dalam acara pemakaman raja tersebut. Arak-arakan juga digelar, untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahat terakhir, yakni berupa arak-arakan payung asri, payung kembar, dan payung agung.

Keterangan dalam Waosan Babad Galuh, merupakan penegasan jika sekitar Abad 14 Candi Candha Wasi merupakan tempat yang dinilai suci dan sakral semasa masyarakat menganut ajaran Hindu.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Prabowo: Dharma Santi...
Prabowo: Dharma Santi 2026 Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Kepala Daerah Perhatikan Situs-situs Bersejarah Nasional
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved