Lima Bulan, Bisnis Hiburan dan Pesta Pernikahan Mati
Kamis, 23 Juli 2020 - 00:31 WIB
loading...
A
A
A
Simulasi kali ini, kata Teguh, merupakan inisasi dari semua pelaku usaha wedding party dan bagian-bagiannya. Mereka secara swadaya untuk menggelar simulasi yang sangat mirip dengan pesta pernikahan sungguhan itu. ”Kami semua sedang berjuang. Karena kondisinya memang kami butuh agar event hiburan dan wedding party segera bisa dilakukan,” tandasnya.
Sementara anggota Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto Mochammad Imron mengatakan, hari ini pihaknya sudah menyelesaikan verifikasi terhadap tempat-tempat hiburan dan gedung pertemuan. Dari hasil verifikasi ini, ada beberapa tempat hiburan yang sudah dianggap layak beroperasi. ”Termasuk hotel dan gedung serta ruang pertemuan,” kata Imron. (BACA JUGA: Turki Undang Para Pemimpin Dunia Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia)
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menambahkan, meski telah memberikan izin operasional terhadap tempat hiburan tertentu, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan. ”Ada juga yang kami nilai tidak layak, sehingga tidak mendapatkan sertifikat layak operasi,” tandasnya.
Ia akan melakukan pengkajian untuk izin pelaksanaan wedding party. Menurutnya, sejauh acara ini bisa mengikuti protokol kesehatan, dimungkinkan bisnis ini akan bisa dijalankan. ”Tentunya dengan banyak catatan-catatan yang harus dipenuhi. Ini akan kita bahas nanti,” pungkasnya.
Sementara anggota Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto Mochammad Imron mengatakan, hari ini pihaknya sudah menyelesaikan verifikasi terhadap tempat-tempat hiburan dan gedung pertemuan. Dari hasil verifikasi ini, ada beberapa tempat hiburan yang sudah dianggap layak beroperasi. ”Termasuk hotel dan gedung serta ruang pertemuan,” kata Imron. (BACA JUGA: Turki Undang Para Pemimpin Dunia Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia)
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menambahkan, meski telah memberikan izin operasional terhadap tempat hiburan tertentu, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan. ”Ada juga yang kami nilai tidak layak, sehingga tidak mendapatkan sertifikat layak operasi,” tandasnya.
Ia akan melakukan pengkajian untuk izin pelaksanaan wedding party. Menurutnya, sejauh acara ini bisa mengikuti protokol kesehatan, dimungkinkan bisnis ini akan bisa dijalankan. ”Tentunya dengan banyak catatan-catatan yang harus dipenuhi. Ini akan kita bahas nanti,” pungkasnya.
(vit)
Lihat Juga :