Karomah Syekh Sadzali dan Mata Air Tiga Rasa yang Dikeramatkan
Senin, 17 April 2023 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Habib Luthfi, Syekh Sadzali lebih dahulu mensyiarkan Islam dibanding Wali Songo. Jarak antara Syekh Sadzali dengan Wali Songo sekitar satu abad. Bahkan, diyakini Syekh Sadzali merupakan guru Sunan Muria.
"Kalau Wali Songo abad 14 atau 15, maka Syekh Sadzali 100 tahun sebelumnya. Daulu warga pernah menemukan batu bata kuno di area sekitar makam Syekh Sadzali yang diperkirakan dari abad 12 atau 13. Batu bata itu diduga kuat merupakan bagian dari musala yang dibangun Syekh Sadzali," kata Sukarno Iksan dalam laman desawisatajapan.com.
Baca juga: Meriah! Jalanan Parepare Memerah saat Ribuan Suporter Pesta Pora Rayakan PSM Juara Liga 1
Keberadaan Syekh Hasan Sadzali, selalu dikaitkan dengan mata air yang memiliki rasa berbeda. Mata air tersebut, oleh masyarakat juga disebut sebagai Air Tiga Rasa Rejenu. Tiga mata air berada di dekat makam Syekh Hasan Sadzali di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jateng, yang berada di atas Air Terjun Monthel.
Diduga, air tiga rasa itu dahulunya digunakan untuk wudhu Syekh Sadzali. Anehnya, sumber air tiga rasa itu tidak pernah surut, meskipun kawasan itu mengalami kemarau panjang. Jika diambil airnya, rasanya tidak akan pernah hilang sampai berbulan-bulan.
Mata air pertama, mempunyai rasa tawar dan masam atau dalam Bahasa Jawa disebut anyep-anyep asem. Air ini dipercaya oleh banyak orang, memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.
Baca juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,0 Guncang Bolaang Mogondow Utara
"Kalau Wali Songo abad 14 atau 15, maka Syekh Sadzali 100 tahun sebelumnya. Daulu warga pernah menemukan batu bata kuno di area sekitar makam Syekh Sadzali yang diperkirakan dari abad 12 atau 13. Batu bata itu diduga kuat merupakan bagian dari musala yang dibangun Syekh Sadzali," kata Sukarno Iksan dalam laman desawisatajapan.com.
Baca juga: Meriah! Jalanan Parepare Memerah saat Ribuan Suporter Pesta Pora Rayakan PSM Juara Liga 1
Keberadaan Syekh Hasan Sadzali, selalu dikaitkan dengan mata air yang memiliki rasa berbeda. Mata air tersebut, oleh masyarakat juga disebut sebagai Air Tiga Rasa Rejenu. Tiga mata air berada di dekat makam Syekh Hasan Sadzali di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jateng, yang berada di atas Air Terjun Monthel.
Diduga, air tiga rasa itu dahulunya digunakan untuk wudhu Syekh Sadzali. Anehnya, sumber air tiga rasa itu tidak pernah surut, meskipun kawasan itu mengalami kemarau panjang. Jika diambil airnya, rasanya tidak akan pernah hilang sampai berbulan-bulan.
Mata air pertama, mempunyai rasa tawar dan masam atau dalam Bahasa Jawa disebut anyep-anyep asem. Air ini dipercaya oleh banyak orang, memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.
Baca juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,0 Guncang Bolaang Mogondow Utara
Lihat Juga :