Sains, Wabah dan Agama

Rabu, 29 April 2020 - 05:00 WIB
loading...
Sains, Wabah dan Agama
Ahmad Zainul Hamdi
A A A
Ahmad Zainul Hamdi
Direktur Moderate Muslim Institute, UIN Sunan Ampel Surabaya

Persis seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan, upaya penghentian pandemi Covid-19 oleh pemerintah bisa terganggu dengan datangnya bulan Ramadhan. Kekhawatiran ini sama sekali bukan sebentuk Islamophobia, tapi karena tradisi Ramadhan di Indonesia dipenuhi dengan berbagai ritual komunal, mulai buka bersama, jamaah tarawih, tadarrus, pengajian, hingga shalat Idul Fitri. Sekalipun semua ritual ini bukan kategori kewajiban agama, namun keistimewaan bulan Ramadhan bagi umat Islam telah mendorong seluruh ritual ini beraura “kewajiban” agama, di mana partisipasi umat tergolong sangat tinggi.

Jika kita mengamati di banyak tempat, kekhawatiran ini agaknya cukup beralasan. Misalnya, banyak masjid yang masih menyelenggarakan ibadah jama’ah shalat tarawih seakan kita tidak sedang berada di tengah wabah. Bahkan, sebuah video viral di mana para jamaah shalat tarawih berlompatan menghindari protokol pencegahan penyebaran Coronavirus dan penjagaan aparat seakan aparat merintangi umat Islam yang hendak beribadah.

Sebegitu mengkhawatirkan situasi ini hingga Menkopolhukam, Mahfud MD, membuat pernyataan bahwa pihak-pihak yang masih ngotot menyelenggarakan jamaah shalat tarawih bisa diberi sanksi karena bisa dianggap melawan keputusan pemerintah. Bahkan, Menteri yang juga mumpuni dalam ilmu agama ini menjelaskan pernyataannya itu dengan argumen agama bahwa dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih (mencegah kerusakan itu lebih didahulukan/diutamakan daripada mengambil kebaikan). Apalagi, jika kemaslahatan atau kebaikan itu bukan kategori kewajiban agama seperti jama’ah shalat tarawih.

Di samping ‘ekonomi’, mungkin ‘agama’ adalah kata yang paling banyak disebut dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Jika ekonomi menawarkan cara untuk mendapatkan kemakmuran di dunia, agama menawarkan keselamatan di dunia dan akhirat. Tidak seperti ilmu ekonomi di mana cara kemakmuran yang ditawarkannya boleh disanggah dan ditantang, jalan keselamatan yang ditawarkan agama selalu disegel dengan klaim kebenaran absolut.

Tapi justru karena inilah agama seringkali problematik. Dari mata air agama, kita menemukan pesan-pesan damai, tapi dari jantung agama pula kita menemukan berbagai konflik kekerasan yang berdarah-darah. Keduanya mengklaim sebagai jalan keselamatan. Agama adalah pedang bermata dua.

Saat wabah, ketika manusia dihantui kematian yang bisa datang kapan saja, agama yang mendaku sebagai jalan keselamatan itu mau tak mau dicari-cari pemeluknya untuk membuktikan janjinya. Sayangnya, dalam sejarah wabah, yang datang untuk menyelamatkan manusia dari kepunahan adalah sains. Sains yang lahir dari rasio manusia tak pernah mengklaim kebenaan absolut. Dia hanya menjelaskan mengapa sesuatu terjadi. Mungkin penjelasannya salah, tapi dia mencari penyebab yang ada di bumi. Penyebab yang ada di langit yang seringkali keluar dari lisan para agamawan tak pernah bisa dimasukkan ke dalam tabung-tabung laboratorium untuk diperiksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantuan UMKM di Kuala...
Bantuan UMKM di Kuala Pembuang Harus Tepat Sasaran
Putus Penyebaran Virus...
Putus Penyebaran Virus Covid-19, PT SPIL Sukseskan Lomba Kampung Asik
Terdampak Pandemi, Pemkot...
Terdampak Pandemi, Pemkot Bandung Revisi Target Kunjungan Wisata
Kunjungan Wisatawan...
Kunjungan Wisatawan Turun Drastis, Disparbud Pesimistis Samai Tahun Lalu
1 PNS Positif Corona,...
1 PNS Positif Corona, 2 Ruangan di Bale Kota Tasikmalaya Ditutup
Efek Pandemi, Pengembang...
Efek Pandemi, Pengembang Harus Berpikir Ulang Desain Rumah dan Apartemen
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Rekomendasi
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved