Bantuan UMKM di Kuala Pembuang Harus Tepat Sasaran

loading...
Bantuan UMKM di Kuala Pembuang Harus Tepat Sasaran
Pasar Sayur Ikan (Saik) Kuala Pembuang jadi pusat perbelanjaan masyarakat Seruyan. Di lokasi ini banyak pelaku usaha lokal berjualan. Foto/iNews TV/Sigit Dzakwan
KUALA PEMBUANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan , Kalimantan Tengah diminta tepat sasaran dalam memberikan bantuan dana stimulus yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Ini yang perlu jadi perhatian kita bersama, yaitu bantuan stimulus bagi para pelaku usaha, baik itu yang bersumber dari kabupaten, provinsi maupun bantuan Presiden (Banpres) agar itu betul-betul tepat sasaran," kata Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo di Kuala Pembuang, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Asyik, Siswa SMA/SMK di Kota Bandung Dapat Bantuan Rp2 Juta)

Dia mengatakan, beberapa waktu lalu telah menyampaikan kepada instansi terkait bahwa yang paling penting yakni data yang digunakan harus betul-betul valid. Hal itu mengingat banyak yang mengharapkan bantuan, terlebih dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. (Baca juga: Baru 2 Bulan Pensiun, Mantan Kasat di Polres Buleleng Ditangkap Usai Pesta Sabu)

Namun dia menegaskan bahwa sudah menjadi tugas dan kewajiban bersama agar bantuan tersebut betul-betul diberikan atau disalurkan kepada orang yang benar-benar membutuhkan atau sesuai di bidangnya. "Misalnya kalau bantuan itu peruntukkan bagi UMKM, maka ya sasarannya harus mereka yang pelaku UMKM, jangan yang lain," ujarnya.



Zuli berharap tidak ada pihak yang datang meminta bantuan bermodalkan surat keterangan usaha dari desa. Padahal dalam kenyataannya mereka bukan pelaku usaha. "Makanya saya tekankan kepada dinas terkait agar data itu betul-betul valid. Jangan sampai nantinya mereka yang merupakan pelaku usaha kecil malah tidak dapat akibat salah sasaran," ujarnya.

Politisi PDIP ini menambahkan, sektor UMKM harus betul-betul dimaksimalkan mengingat hal ini merupakan salah satu upaya penting dalam rangka memulihkan perekonomian masyarakat pasca pandemi COVID-19.

"Ini salah satu sektor pemulihan ekonomi kita, makanya harus betul-betul dimaksimalkan, karena pekerjaan kita untuk pembangunan pada tahun 2021 mendatang khususnya infrastruktur jalan dan jembatan masih sangat banyak," tandasnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top