Program Wisata Covid-19, ODP Bakal Dikarantina di Hotel Mewah
Rabu, 29 April 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Gubernur, saat iniangka kasus terinfeksi Covid-19 mulai tertangani. Angka kasus baik kategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), hingga positif cenderung stagnan. Peningkatannya tak lagi begitu signifikan.
Data SINDOnews, kasus positif Covid-19 di Sulsel kini mencapai 440 orang. Dimana 296 diantaranya masih dirawat, 37 meninggal, dan 107 orang dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan yang mencapai 24,3persen ini terus didorong agar semakin meningkat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengklaim, mulai ada peningkatan pasien Covid-19 yang sembuh. Dari data Gugus Tugas Covid-19 Makassar, dari total 336 kasus positif, 73 dinyatakan sembuh, 235 dirawat, dan 28 meninggal.
"Iya, (ada peningkatan pasien sembuh) kalau kami melihat. Saya belum hitung persennya. Tapi semua kasus ODP, PDP, dan positif kita ikuti harinya. Misalnya dia ODP hari ini, 14 hari kemudian kita pantau, ada perkembangan gejala, perlukah di-swab. Kalau tidak, tidak dilakukan pemantauan. Dan itu tidak masuk kedalam kategori positif," papar Neisya.
Kota Makassar juga mendorong pelaksanaan rapid test. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejak dini tingkat penyebaran infeksi Covid-19. Rapid tes ini sudah memasuki gelombang kedua pelaksanaannya.
Data SINDOnews, kasus positif Covid-19 di Sulsel kini mencapai 440 orang. Dimana 296 diantaranya masih dirawat, 37 meninggal, dan 107 orang dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan yang mencapai 24,3persen ini terus didorong agar semakin meningkat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengklaim, mulai ada peningkatan pasien Covid-19 yang sembuh. Dari data Gugus Tugas Covid-19 Makassar, dari total 336 kasus positif, 73 dinyatakan sembuh, 235 dirawat, dan 28 meninggal.
"Iya, (ada peningkatan pasien sembuh) kalau kami melihat. Saya belum hitung persennya. Tapi semua kasus ODP, PDP, dan positif kita ikuti harinya. Misalnya dia ODP hari ini, 14 hari kemudian kita pantau, ada perkembangan gejala, perlukah di-swab. Kalau tidak, tidak dilakukan pemantauan. Dan itu tidak masuk kedalam kategori positif," papar Neisya.
Kota Makassar juga mendorong pelaksanaan rapid test. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejak dini tingkat penyebaran infeksi Covid-19. Rapid tes ini sudah memasuki gelombang kedua pelaksanaannya.
Lihat Juga :