Misteri Jay Shima, Sosok Ratu Pertama di Tanah Jawa
Selasa, 28 Maret 2023 - 05:04 WIB
loading...
Sosok Ratu Shima menjadi buah bibir para raja se-Nusantara, bahkan Asia pada abad ke-7 Masehi. Ratu pertama di tanah Jawa itu kadang dipandang sebagai sosok misterius. Foto ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sosok Ratu Shima menjadi buah bibir para raja se-Nusantara, bahkan Asia pada abad ke-7 Masehi. Ratu pertama di tanah Jawa itu kadang dipandang sebagai sosok misterius. Ihwalnya, pada sikap tegas sang ratu yang tidak memihak anak kandung jika berurusan dengan hukum.
Ratu Shima lahir pada 611 M di Sumatera bagian selatan. Ia merupakan anak dari seorang pemuka agama Hindu-Syiwa. Ratu Shima pindah ke Jepara setelah menikah dengan pangeran dari Kalingga, Kartikeyasinga. Ratu Shima memerintah Kerajaan Kalingga menggantikan suaminya, Raja Kartikeyasinga yang wafat pada 674 Masehi. Baca juga: Kisah Ratu Shima dan Masuknya Islam di Tanah Jawa
Kalingga atau disebut juga Keling adalah kerajaan Hindu dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Ratu Shima. Cerita tentang ketegasan dalam menegakkan hukum menjadi buah bibir. Bahkan suatu ketika sang ratu memberikan hukuman mati kepada anaknya sendiri hanya karena menyenggol pundi-pundi emas.
Dalam buku "Perempuan-Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" tulisan Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad dikisahkan bahwa berita kejujuran dan tegasnya ratu Kalingga ini sampai di telinga Raja Ta che dari China.
Sang Raja Ta che ini kemudian penasaran mengapa Kerajaan Kalingga terkenal dengan kejujurannya hingga terdengar ke China yang sangat jauh dari Jawa. Lalu suatu ketika sang raja ingin membuktikan hal itu dengan mengirim utusan menaruh pundi-pundi emas secara diam-diam di tengah jalan dekat keramaian pasar.
Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan konon pundi-pundi emas itu sampai tiga tahun tetap di tempat semula. Tak ada yang berani menyentuh, apalagi membuka dan memindahkannya. Baca juga: Kisah Ratu Shima, Wanita Pertama yang Jadi Raja di Tanah Jawa Dikenal Adil dan Bijaksana
Suatu ketika anak tertua Sang Ratu Jay Shima tengah berjalan melewati pasar, ia tidak sengaja kakinya menyenggol pundi-pundi emas tersebut. Salah seorang pengawas utusan melihat kejadian tersebut, lalu melaporkannya kepada pemerintah kerajaan akan kejadian tersebut.
Ratu Shima lahir pada 611 M di Sumatera bagian selatan. Ia merupakan anak dari seorang pemuka agama Hindu-Syiwa. Ratu Shima pindah ke Jepara setelah menikah dengan pangeran dari Kalingga, Kartikeyasinga. Ratu Shima memerintah Kerajaan Kalingga menggantikan suaminya, Raja Kartikeyasinga yang wafat pada 674 Masehi. Baca juga: Kisah Ratu Shima dan Masuknya Islam di Tanah Jawa
Kalingga atau disebut juga Keling adalah kerajaan Hindu dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Ratu Shima. Cerita tentang ketegasan dalam menegakkan hukum menjadi buah bibir. Bahkan suatu ketika sang ratu memberikan hukuman mati kepada anaknya sendiri hanya karena menyenggol pundi-pundi emas.
Dalam buku "Perempuan-Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" tulisan Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad dikisahkan bahwa berita kejujuran dan tegasnya ratu Kalingga ini sampai di telinga Raja Ta che dari China.
Sang Raja Ta che ini kemudian penasaran mengapa Kerajaan Kalingga terkenal dengan kejujurannya hingga terdengar ke China yang sangat jauh dari Jawa. Lalu suatu ketika sang raja ingin membuktikan hal itu dengan mengirim utusan menaruh pundi-pundi emas secara diam-diam di tengah jalan dekat keramaian pasar.
Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan konon pundi-pundi emas itu sampai tiga tahun tetap di tempat semula. Tak ada yang berani menyentuh, apalagi membuka dan memindahkannya. Baca juga: Kisah Ratu Shima, Wanita Pertama yang Jadi Raja di Tanah Jawa Dikenal Adil dan Bijaksana
Suatu ketika anak tertua Sang Ratu Jay Shima tengah berjalan melewati pasar, ia tidak sengaja kakinya menyenggol pundi-pundi emas tersebut. Salah seorang pengawas utusan melihat kejadian tersebut, lalu melaporkannya kepada pemerintah kerajaan akan kejadian tersebut.
Lihat Juga :