Kisah Bayi Prabu Siliwangi Diasuh Induk Harimau di Tengah Hutan Belantara
Minggu, 19 Maret 2023 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
Prabu Siliwangi memerintah Kerajaan Pajajaran, pada tahun 1482-1521 Mahsehi. Dalam catatan Carita Puisi, dan Prasasti Batutulis, disebutkan Sri Baduga Maharaja dinobatkan sebagai raja, sebanyak dua kali.
Baca juga: Tabrakan Beruntun 4 Mobil dan 1 Motor Gegerkan Warga Makassar
Penobatan pertama dilakukan, ketika Jayadewata mendapatkan mandat untuk memegang Kerajaan Galuh di Kawali, Ciamis, dari sang ayah Prabu Dewa Niskala, putra Mahaputra Niskala Wastu Kancana, dari permaisuri Mayangsari, putri Prabu Bunisora, dengan gelar Dewataprana.
Kemudian, Sri Baduga Maharaja menerima mandat Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor, dari mertuanya bernama Prabu Susuktunggal, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana, dari permaisuri Ratna Sarkati, putri Resi Susuk Lampung.
Dua penobatan itu, membuat Prabu Siliwangi menjadi satu-satunya raja yang mendapatkan rekomendasi dari dua kerajaan, yakni Sunda, dan Galuh. Dia dinobatkan sebagai Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
Penobatan Prabu Siliwangi ini, membuat masyarakat Sunda kembali dapat menyaksikan prosesi iring-iringan rombongan raja berpindah dari timur ke barat, setelah peristiwa itu tidak pernah terjadi selama 149 tahun.
Baca juga: Tabrakan Beruntun 4 Mobil dan 1 Motor Gegerkan Warga Makassar
Penobatan pertama dilakukan, ketika Jayadewata mendapatkan mandat untuk memegang Kerajaan Galuh di Kawali, Ciamis, dari sang ayah Prabu Dewa Niskala, putra Mahaputra Niskala Wastu Kancana, dari permaisuri Mayangsari, putri Prabu Bunisora, dengan gelar Dewataprana.
Kemudian, Sri Baduga Maharaja menerima mandat Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor, dari mertuanya bernama Prabu Susuktunggal, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana, dari permaisuri Ratna Sarkati, putri Resi Susuk Lampung.
Dua penobatan itu, membuat Prabu Siliwangi menjadi satu-satunya raja yang mendapatkan rekomendasi dari dua kerajaan, yakni Sunda, dan Galuh. Dia dinobatkan sebagai Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
Penobatan Prabu Siliwangi ini, membuat masyarakat Sunda kembali dapat menyaksikan prosesi iring-iringan rombongan raja berpindah dari timur ke barat, setelah peristiwa itu tidak pernah terjadi selama 149 tahun.
(eyt)
Lihat Juga :