Hari Perempuan Internasional, Momen Adegan Wanita Surabaya yang Bikin Lelaki Kepanasan

Rabu, 08 Maret 2023 - 12:48 WIB
loading...
Hari Perempuan Internasional,...
Nurnanigsih. Foto/ Wikipedia
A A A
SURABAYA - Setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional . Peringatan hari perempuan juga mengingatkan pada masa pertengahan 1954 di Indonesia.

Yakni di mana seorang perempuan Indonesia telah menghebohkan publik lantaran adegannya di film dianggap kelewat berani. Dan bukan hanya adegan panasnya di layar perak, namun skandal foto-foto bugilnya juga menyusul beredar luas.

Sosok perempuan film itu bernama Nurnaningsih, kelahiran 5 Desember 1925 di Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

Nurnaningsih memulai karir sebagai aktris film pada tahun 1950-an. Film Krisis (1953) yang disutradarai Usmar Ismail menjadi debut pertamanya. Pada film yang mengangkat tema korupsi di masa revolusi itu, Nurnaningsih berperan sebagai Ros.

Baca juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Probolinggo, Wilayah yang dijadikan Perang Paregreg

Ia beradu peran dengan Tina Melinda, Rd Sukarno, Udjang, Rida Umami dan Wahid Chan. Saat itu sosoknya belum begitu dikenal. Namun setahun kemudian atau tahun 1954, namanya mendadak jadi buah bibir.

Dalam film Harimau Tjampa yang disutradarai D. Djajakusuma dengan produser Usmar Ismail, adegan yang dilakoni Nurnaningsih telah menyentak mata publik. Dalam adegan dewasa itu, tubuh moleknya nyaris telanjang.

“Ini merupakan penampilan berani pertama dari bintang film pribumi Indonesia,” demikian dikutip dari buku Bukan Tabu Nusantara (2018).

Nama Nurnaningsih sebagai bintang film panas kian melambung tinggi. Entah apa yang terjadi. Pada pertengahan tahun 1954, foto-foto bugilnya tiba-tiba beredar luas.

Foto karya seorang fotografer tak terkenal itu beredar secara gelap di kota-kota besar. Peredaran terbesar berada di Jakarta. Di Kota Siantar, Sumatera foto-foto dengan pose cabul itu, laris diperjualbelikan.

“Nurnaningsih sempat diinterogasi kepolisian Jakarta pada awal Oktober 1954 karena dianggap menyebarkan pornografi”.

Dalam keterangannya, Nurnaningsih mengatakan foto-foto itu dibuat untuk beberapa teman pelukis yang membutuhkannya sebagai model, yakni semacam studi obyek bagi pelukis.

Untuk setiap fotonya, Nurnaningsih mendapat honor 200 rupiah. Foto-foto bugil itu harusnya hanya dicetak di buku dan tidak diedarkan secara umum. Namun ada pihak yang diduga sengaja menyalahgunakan.

Polisi pun lebih fokus memburu pihak yang mengedarkan. Dalam perkembangannya, terungkap sejumlah foto yang beredar ternyata hasil rekayasa. Kepala Nurnaningsih ditempel pada tubuh telanjang orang lain.

Sebagai publik figur bintang panas, kehadiran Nurnaningsih telah menimbulkan reaksi pro dan kontra. Saat berkunjung ke Medan pada 24 November 1955, para penggemar membludak menyambutnya.

Nurnaningsih datang untuk memenuhi undangan Ikatan Seni Drama dan Film Indonesia (Isdrafin). Ia ikut bermain dalam sandiwara tiga babak Korban Revolusi (Korban Korupsi) karya Rustam Effendi.

Di tengah keriuhan para fansnya, tiba-tiba sejumlah orang muncul dan menghujatnya. Mereka juga menyambitkan batu yang untungnya tidak sampai mengenai Nurnaningsih.

Terkait adegannya yang berani di film, di depan awak media Nurnaningsih mengatakan ia tidak pernah berniat memerosotkan kesenian. Yang ia lakukan justru untuk menyingkirkan pandangan kolot yang masih terdapat dalam kesenian di Indonesia.

Nurnaningsih juga menyatakan tidak menolak untuk dipotret bugil kembali. “Jika itu untuk tujuan seni dan keindahan, bukan untuk melakukan pelanggaran kesusilaan demi mendapatkan keuntungan”.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Video Porno Kebaya...
Kasus Video Porno Kebaya Merah yang Menggemparkan Segera Disidang
Anak Wakil Ketua DPRD...
Anak Wakil Ketua DPRD Diduga Perkosa Gadis SMP, Puluhan Ibu Geruduk Polres Tuntut Penegakan Hukum
Heboh Pria Bertato Sebar...
Heboh Pria Bertato Sebar Video Hubungan Ranjang dengan Kekasih di Kamar Kos
Pasutri Bikin Video...
Pasutri Bikin Video Porno, Adegan Ranjang Bertiga dengan Ojol dan Bule untuk Prank
Peringati Hari Perempuan,...
Peringati Hari Perempuan, Yayasan Srikandi Sulut Bagikan Sembako
Demonstran Tendang Kaca...
Demonstran Tendang Kaca Truk, 1 Anggota Polresta Malang Kota Terancam Buta
Dari Nuanu, Perempuan...
Dari Nuanu, Perempuan Seniman Menenun Masa Depan Ekosistem Seni di Bali
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran...
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran Tangkap Gengster di Surabaya, 3 Remaja Diamankan
Kecelakaan Mengerikan!...
Kecelakaan Mengerikan! Kontainer Jatuh Timpa Pemotor di Surabaya
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved