SAS Institute: Pernyataan Kiai Said Buka Diskursus Perpajakan
Minggu, 05 Maret 2023 - 16:51 WIB
loading...
Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Abi Rekso. Foto/Istimewa
A
A
A
BOGOR - Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjenguk D (17) korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satrio (20), anak mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo. D merupakan anak petinggi Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jonathan Latumahina.
Pernyataan Kiai Said bermula dari Rafael Alun Trisambodo yang dinilainya tidak mencerminkan prinsip integritas sebagai petugas pajak. Publik pun kemudian menyoroti sejumlah harta Rafael Alun.
Selaras dengan rangkaian peristiwa tersebut, Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Abi Rekso menuturkan, tidak ada yang salah dengan peringatan Kiai Said Aqil.
"Pertama harus dipahami bahwa pernyataan Kiai Said Aqil Siroj adalah peringatan bukan ajakan. Kedua, Kiai Said hanya mengingatkan kembali bahwa Ulama NU pernah berfatwa agar warga NU tidak membayar pajak," kata Abi Rekso dalam keterangannya, Minggu (5/3/2023).
"Waktu itu saat muncul masalah Gayus Tambunan. Jadi, tidak ada ajakan untuk boikot antipajak. Mohon lebih objektif dalam narasi pemberitaan," tambahnya.
Di samping itu, Abi Rekso menjelaskan, bahwa pajak adalah barang publik (public goods). Jadi, setiap warga negara pembayar pajak punya hak untuk mempertanyakan integritas dan transparansi pengelolaan pajak.
"Dan yang perlu kita tegaskan, pajak adalah bentuk komitmen warga negara sekaligus kontrol terhadap pemerintah," ujarnya.
Pernyataan Kiai Said bermula dari Rafael Alun Trisambodo yang dinilainya tidak mencerminkan prinsip integritas sebagai petugas pajak. Publik pun kemudian menyoroti sejumlah harta Rafael Alun.
Selaras dengan rangkaian peristiwa tersebut, Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Abi Rekso menuturkan, tidak ada yang salah dengan peringatan Kiai Said Aqil.
"Pertama harus dipahami bahwa pernyataan Kiai Said Aqil Siroj adalah peringatan bukan ajakan. Kedua, Kiai Said hanya mengingatkan kembali bahwa Ulama NU pernah berfatwa agar warga NU tidak membayar pajak," kata Abi Rekso dalam keterangannya, Minggu (5/3/2023).
"Waktu itu saat muncul masalah Gayus Tambunan. Jadi, tidak ada ajakan untuk boikot antipajak. Mohon lebih objektif dalam narasi pemberitaan," tambahnya.
Di samping itu, Abi Rekso menjelaskan, bahwa pajak adalah barang publik (public goods). Jadi, setiap warga negara pembayar pajak punya hak untuk mempertanyakan integritas dan transparansi pengelolaan pajak.
"Dan yang perlu kita tegaskan, pajak adalah bentuk komitmen warga negara sekaligus kontrol terhadap pemerintah," ujarnya.
Lihat Juga :