Ketua FKPT Jateng: Sambut Tahun Politik dengan Iklim Demokrasi yang Sehat
Jum'at, 10 Februari 2023 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kontestasi politik jangan dijadikan persoalan rivalitas semata, namun sebagai upaya bersama untuk membangun bangsa yang terhormat melalui proses-proses konstitusi.
Proses Pemilu yang ada diharapkan dapat menjadi awal mula pendewasaan orang Indonesia sebagai masyarakat yang bermartabat dalam menjalankan demokrasinya.
“Tidak ada tempat berkembang biaknya politik identitas (di Indonesia), karena itu melawan konstitusi, tidak selaras dengan nilai-nilai dasar Pancasila dan bahkan terkadang ini bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri," sebutnya.
Dia menambahkan, hal ini seharusnya menjadi suatu kesadaran dan kembali kepada prinsip-prinsip agama.
"Semakin orang itu menjadi taat, muttaqin itu harusnya takut terhadap efek samping dari politik identitas yang menghalalkan segala cara," tegasnya.
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini juga menegaskan bahwa politik yang bermartabat itu mulai dari sekarang harus ditata melalui rekayasa sosial dan pendidikan budaya yang baik.
Prof Syamsul Ma'arif juga mengajak untuk segera mendorong terciptanya stabilitas dalam cara pandang dalam memahami keanekaragaman sebagai fitrah atau desain Tuhan.
"Hilangkan sekat-sekat di antara kita ini dengan rekayasa kebersamaan supaya bisa mengenal satu sama lain, lita’arofu, bisa mengenal satu budaya dengan budaya lainnya. Kita harus senantiasa dewasa, lebih mengedepankan ilmu, pengetahuan, mengesampingkan syahwat kepentingan atau apalagi nafsu politik sesaat itu," pungkasnya.
Proses Pemilu yang ada diharapkan dapat menjadi awal mula pendewasaan orang Indonesia sebagai masyarakat yang bermartabat dalam menjalankan demokrasinya.
“Tidak ada tempat berkembang biaknya politik identitas (di Indonesia), karena itu melawan konstitusi, tidak selaras dengan nilai-nilai dasar Pancasila dan bahkan terkadang ini bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri," sebutnya.
Dia menambahkan, hal ini seharusnya menjadi suatu kesadaran dan kembali kepada prinsip-prinsip agama.
"Semakin orang itu menjadi taat, muttaqin itu harusnya takut terhadap efek samping dari politik identitas yang menghalalkan segala cara," tegasnya.
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini juga menegaskan bahwa politik yang bermartabat itu mulai dari sekarang harus ditata melalui rekayasa sosial dan pendidikan budaya yang baik.
Prof Syamsul Ma'arif juga mengajak untuk segera mendorong terciptanya stabilitas dalam cara pandang dalam memahami keanekaragaman sebagai fitrah atau desain Tuhan.
"Hilangkan sekat-sekat di antara kita ini dengan rekayasa kebersamaan supaya bisa mengenal satu sama lain, lita’arofu, bisa mengenal satu budaya dengan budaya lainnya. Kita harus senantiasa dewasa, lebih mengedepankan ilmu, pengetahuan, mengesampingkan syahwat kepentingan atau apalagi nafsu politik sesaat itu," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :