Pakar Hukum: Jaga Marwah, Pimpinan MA Harus Kuat dan Berintegritas
Minggu, 05 Februari 2023 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Konsekuensinya Mahkamah Agung (MA) sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman serta peradilan negara tertinggi mempunyai posisi dan peran yang strategis di bidang kekuasaan kehakiman karena tidak hanya membawahi empat lingkungan peradilan tetapi juga manajemen di bidang administratif, personel dan finansial, serta sarana dan prasarana.
Baca: DPD Partai Perindo Palu Tempati Kantor Baru, Yusuf Lakaseng: Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat.
Beleid “satu atap” memberikan tanggung jawab dan tantangan karena MA dituntut untuk menunjukkan kemampuannya mewujudkan organisasi yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel maka tentunya sangat diperlukan kepemimpinan di tubuh Mahkamah Agung yang kuat dan kredible, yang mempunyai visi yang jauh ke depan
Jika melihat pada persyaratan dalam The International Framework for Court Excellence yang merupakan produk dari "The International Consortium for Court Excellence, ke tujuh area tersebut adalah kepemimpinan dan manajemen (court leadership and management), perencanaan/proyeksi dan kebijakan (court planning and policies).
Selain itu, sumber daya pengadilan (court resources human, material and financial), proses pengadilan (court proceedings and processes), kebutuhan dan kepuasan klien (client needs and satisfaction), akses layanan pengadilan yang terjangkau (affordable and accessible court services), kepercayaan publik dan percaya diri (public trust and confidence),
Baca: DPD Partai Perindo Palu Tempati Kantor Baru, Yusuf Lakaseng: Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat.
Beleid “satu atap” memberikan tanggung jawab dan tantangan karena MA dituntut untuk menunjukkan kemampuannya mewujudkan organisasi yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel maka tentunya sangat diperlukan kepemimpinan di tubuh Mahkamah Agung yang kuat dan kredible, yang mempunyai visi yang jauh ke depan
Jika melihat pada persyaratan dalam The International Framework for Court Excellence yang merupakan produk dari "The International Consortium for Court Excellence, ke tujuh area tersebut adalah kepemimpinan dan manajemen (court leadership and management), perencanaan/proyeksi dan kebijakan (court planning and policies).
Selain itu, sumber daya pengadilan (court resources human, material and financial), proses pengadilan (court proceedings and processes), kebutuhan dan kepuasan klien (client needs and satisfaction), akses layanan pengadilan yang terjangkau (affordable and accessible court services), kepercayaan publik dan percaya diri (public trust and confidence),
(nag)
Lihat Juga :