Bulog Sultra Klaim Ketersediaan Beras di Kolaka Utara Aman hingga Idul Fitri
Jum'at, 27 Januari 2023 - 14:44 WIB
loading...
Jumlah suplai beras oleh Bulog Sulra ke Kabupaten Kolut saat ini sebanyak 3.000 ton. Lembaga tersebut menjamin jika ketersediaan kebutuhan pokok tersebut aman hingga hari raya Idul Fitri mendatang. Foto dok/SINDOnews
A
A
A
KOLAKA - Jumlah suplai beras oleh Badan Urusan Logistik ( Bulog ) Sulawesi Tenggara ke Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) saat ini sebanyak 3.000 ton. Lembaga tersebut menjamin jika ketersediaan kebutuhan pokok tersebut aman hingga hari raya Idul Fitri mendatang.
"Masih mencukupi sampai bulan puasa dan lebaran idul fitri mendatang," ujar Kepala Bulog Sultra, Siti Mardati, Jumat (27/1/2023).Baca juga: Buwas Ungkap Penyebab Mahalnya Harga Beras Bulog di Pasaran
Siti Mardati menambahkan jika masyarakat Kolut tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras di wilayahnya. Ia memastikan bakal terus memasok sejumlah kebutuhan warga di Bumi Patowonua tersebut. "Kami memiliki persediaan 8.900 ton untuk Sultra," katanya.
Pj Bupati Kolut, Parinringi menyampaikan pihaknya bersama jajarannya telah mengecek sejumlah harga beras di sejumlah wilayahnya.Hingga pekan ke dua, harga kebutuhan pokok tersebut masih pada angka penjualan yang normal. "Tidak terjadi gejolak yang signifikan (kenaikan). Masih normal," klaim Parinringi.
"Masih mencukupi sampai bulan puasa dan lebaran idul fitri mendatang," ujar Kepala Bulog Sultra, Siti Mardati, Jumat (27/1/2023).Baca juga: Buwas Ungkap Penyebab Mahalnya Harga Beras Bulog di Pasaran
Siti Mardati menambahkan jika masyarakat Kolut tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras di wilayahnya. Ia memastikan bakal terus memasok sejumlah kebutuhan warga di Bumi Patowonua tersebut. "Kami memiliki persediaan 8.900 ton untuk Sultra," katanya.
Pj Bupati Kolut, Parinringi menyampaikan pihaknya bersama jajarannya telah mengecek sejumlah harga beras di sejumlah wilayahnya.Hingga pekan ke dua, harga kebutuhan pokok tersebut masih pada angka penjualan yang normal. "Tidak terjadi gejolak yang signifikan (kenaikan). Masih normal," klaim Parinringi.
Lihat Juga :