Dituduh Curi HP, Santri Asal Bogor Dianiaya 16 Temannya hingga Gendang Telinga Pecah

Selasa, 13 September 2022 - 00:28 WIB
AH (16), santri asal Bogor yang menjalani pendidikan di Pesantren Persis Rancabango Garut, dianiaya oleh 16 orang santri yang merupakan teman-teman satu pondok dengannya. Foto ilustrasi
GARUT - AH (16), santri asal Bogor yang menjalani pendidikan di Pesantren Persis Rancabango Garut, dianiaya oleh 16 orang santri yang merupakan teman-teman satu pondok dengannya. AH dikeroyok temannya tersebut karena diduga mencuri HP.

Orang tua AH, Neneng Muryana menjelaskan, anaknya itu dipaksa untuk mengakui bahwa ia telah mencuri HP temannya. Jika tidak mengaku, lanjutnya, AH akan dipukuli oleh teman-temannya tersebut. "Namun nyatanya anak saya tetap dipukuli," tutur Neneng Muryana, Senin (12/9/2022). Baca juga: 2 Pelaku Pembunuhan Santri Pondok Gontor Ditahan, Akui Pukul Korban dengan Kayu

Dalam penganiayaan itu, AH dipukuli dengan tangan kosong, pakai sapu, ditendang dan diguyur air kotor. Karena mendapat perlakuan tersebut, AH mengalami benjol-benjol di kepala, gendang telinga kiri pecah, hingga luka sejujur tubuh.

"Anak saya sudah menjalani sejumlah pemeriksaan dan rawat jalan di Rumah Sakit Intan Husada. Bila dihitung-hitung, biaya yang sudah keluar mencapai Rp1 jutaan," sebutnya.

Pihak keluarga, tambah Neneng, kemudian tak mempermasalahkan jika anaknya tersebut dituduh mencuri HP meski tak melakukannya. "Kami malah mengganti HP yang hilang itu, mereknya HP Vivo V12. Kami cari ke counter HP untuk membeli HP baru atau bekasnya, tapi rupanya tidak ada," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!