Optimalkan Kinerja, Penyuluh KB di Maros Dapat Fasilitas Sepeda Motor
Senin, 29 Juni 2020 - 15:35 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, angka kehamilan yang tidak direncanakan meningkat di Indonesia, tak terkecuali di Maros. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para penyuluh di lapangan untuk bekerja lebih maksimal.
"Secara nasional angka kehamilan saat ini mencapai 400 ribu selama tiga bulan. Nah di Maros ini juga mengalami peningkatan. Makanya kita anggap ini juga menjadi tantangan buat para penyuluh kita saat ini," terangnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maros, Burhanuddin, menyebut target satu orang penyuluh KB di lapangan saat ini 10 akseptor atau pengguna KB baru. Secara umum, target akseptor di Maros minimal 200 anggota KB baru.
“Tahun ini target kita minimal itu 200 akseptor KB baru. Jadi untuk satu penyuluh kita bebankan targetnya itu 10 akseptor baru. Makanya dengan adanya pembagian kendaraan ini, target itu bisa kita raih,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Bantaeng Tingkatkan Kemampuan Para Penyuluh KB
"Secara nasional angka kehamilan saat ini mencapai 400 ribu selama tiga bulan. Nah di Maros ini juga mengalami peningkatan. Makanya kita anggap ini juga menjadi tantangan buat para penyuluh kita saat ini," terangnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maros, Burhanuddin, menyebut target satu orang penyuluh KB di lapangan saat ini 10 akseptor atau pengguna KB baru. Secara umum, target akseptor di Maros minimal 200 anggota KB baru.
“Tahun ini target kita minimal itu 200 akseptor KB baru. Jadi untuk satu penyuluh kita bebankan targetnya itu 10 akseptor baru. Makanya dengan adanya pembagian kendaraan ini, target itu bisa kita raih,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Bantaeng Tingkatkan Kemampuan Para Penyuluh KB
(tri)
Lihat Juga :