Kisah Wisatawan COVID-19: Sembuh Setelah 18 Hari Jalani Isolasi di Hotel

Senin, 29 Juni 2020 - 09:35 WIB
Saya memasuki ruangan kamar saya sambil mengucapkan salam. Ternyata, kamar tersebut seperti biasa, masyaa allah, dan pada saat itu juga saya yakin akan sembuh karena betul slogan bahwa kita ini lagi wisata COVID. Sebetulnya, sebagai orang beragama saya selalu yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri kita ada hikmahnya. Termasuk COVID-19 yang saya alami.

Hari demi hari saya lewati karantina di kamar dengan berzikir, salawat, mengaji dan mentadaburi Alquran. Saya merasa ibadah saya semakin meningkat. Doa yang saya panjatkan kepada Allah juga tidak pernah putus, dan itu menjadi obat yang sangat berpengaruh untuk kesembuhan saya.

Namun, terkadang rasa sedih juga muncul. Hal itu memang sangat manusiawi. Hari-hari selama di karantina ini pun membuat perasaan saya campur aduk, dan membuat nafsu makan saya sedikit berkurang. Baca Juga : Sukses Ikuti Isolasi Mandiri di Hotel, 60% Peserta Wisata Covid-19 Dipulangkan

Terlepas dari hal tersebut, pelayanan dan kenyaman hotel tempat saya dikarantina sangat nyaman dan bersih. Setiap hari pakaian saya dilaundry-kan. Saya juga bisa menikmati hangatnya minum teh dan makan kue sambil mengisi waktu isolasi saya. Perlengkapan mandi pun diberikan secara lengkap dan cuma-cuma.

Selain itu, di sini kebutuhan gizi saya juga dipenuhi dengan baik. Pelayanan makanannya sangat baik. Beragam keperluan lain seperti air mineral juga dipenuhi setiap harinya. Sesekali ketika saya rindu dengan masakan rumahan, banyak sahabat dan keluarga yang mengirimkan makanan, kue, buah, dll. Hal ini merupakan hal yang sangat saya syukuri karena masih dikelilingi orang-orang yang sayang dengan saya.

Yang paling penting dari ‘wisata’ ini adalah pelayanan tim COVID-19 yang sangat bagus, termasuk para pendamping saya. Selama saya menjalani karantina, berbagai kegiatan dilaksanakan di hotel, seperti sosialisasi tentang pencegahan COVID-19, stigma masyarakat tentang COVID-19, dan tak ketinggalan pula materi dari psikolog yang menurut saya penting sekali dalam memberikan semangat kepada kami yang di karantina. Konseling dengam psikolog ini biasanya diberikan sebanyak dua kali dalam sepekan.

Namun demikian, ada hal yang masih perlu diperhatikan pada program penanganan COVID-19 ini. Menurut kawan-kawan untuk sebagai masukan, kegiatan olah raga perlu dilakukan setiap hari dari jam 08.00-09.00 supaya badan menjadi bugar dan mendapat sinar matahari cukup. Yang terpenting, kegiatan olah raga ini harus tetap memperhatikan protokol COVID agar kita bisa merasa gembira bertemu dengan rekan lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!