Pasca Putusan Kasus Demo Anarkhis, Tokoh Adat Minta Warga Papua Jaga Kedamaian
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:36 WIB
Menyinggung soal 1 Juli yang diperingati sebagai HUT dari kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, Stanis meminta bahwa hal itu tidak patut dibesar-besarkan, karena saat ini otonomi khusus ( Otsus ) telah berlaku di Tanah Papua. Sehingga semua pihak terutama para generasi muda lebih mementingkan masa depan.
"Jangan terlalu lama nostalgia dengan kisah lalu, yang belum tentu bisa seperti masa kini. Jika mau dibandingkan dengan tetangga (PNG) kita, hidup di Papua jauh lebih baik, karena kita semua diberikan kesempatan yang sama, sekolah dan bisa kerja dimana saja," katanya.
Stanis mengajak kepada semua pihak untuk bersatu, bersama-sama membangun Papua di semua bidang dari pada ribut dengan kisah lalu dan tidak memikirkan masa depan. "Anak-anak kita butuh sekolah, butuh kemajuan bukan penderitaan, kita yang orang tua seharusnya mendukung yang baik, bukan sebaliknya. Mari kita semua berkarya dibidang masing-masing, tak perlu saling menjatuhkan karena saat ini pemerintah terus perhatikan Papua," tandasnya.
"Jangan terlalu lama nostalgia dengan kisah lalu, yang belum tentu bisa seperti masa kini. Jika mau dibandingkan dengan tetangga (PNG) kita, hidup di Papua jauh lebih baik, karena kita semua diberikan kesempatan yang sama, sekolah dan bisa kerja dimana saja," katanya.
Stanis mengajak kepada semua pihak untuk bersatu, bersama-sama membangun Papua di semua bidang dari pada ribut dengan kisah lalu dan tidak memikirkan masa depan. "Anak-anak kita butuh sekolah, butuh kemajuan bukan penderitaan, kita yang orang tua seharusnya mendukung yang baik, bukan sebaliknya. Mari kita semua berkarya dibidang masing-masing, tak perlu saling menjatuhkan karena saat ini pemerintah terus perhatikan Papua," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :