Festival Rebus Dikritik, Bukan Solusi Kelangkaan Minyak Goreng
Senin, 28 Maret 2022 - 07:06 WIB
Menurutnya, mengolah makanan dengan cara direbus merupakan hal yang biasa dan lumrah dilakukan masyarakat. Sehingga, terkesan berlebihan jika harus digelar dalam bentuk festival
"Rebus Makanan tidak perlu difestivalkan. Masyarakat sering lakukan," ucap Yeni.
Baca Juga: Minyak Goreng Curah Tembus Rp20.000 per Liter, Pedagang Pasar: Menyakitkan
Ketimbang menghelat festival, Yeni mengatakan lebih baik anggaran kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu perekonomian masyarakat.
Yang paling penting justru Pemkot harusnya fokus dalam memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng di pasaran, serta mengontrol harga agar tidak semakin membebani masyarakat.
"Ini jauh lebih memberi efek dibanding menggelar festival yang masyarakat sudah tahu. Jadi poinnya, bukan hanya bicara soal cara mengolah makanan melalui merebus," jelasnya.
"Rebus Makanan tidak perlu difestivalkan. Masyarakat sering lakukan," ucap Yeni.
Baca Juga: Minyak Goreng Curah Tembus Rp20.000 per Liter, Pedagang Pasar: Menyakitkan
Ketimbang menghelat festival, Yeni mengatakan lebih baik anggaran kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu perekonomian masyarakat.
Yang paling penting justru Pemkot harusnya fokus dalam memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng di pasaran, serta mengontrol harga agar tidak semakin membebani masyarakat.
"Ini jauh lebih memberi efek dibanding menggelar festival yang masyarakat sudah tahu. Jadi poinnya, bukan hanya bicara soal cara mengolah makanan melalui merebus," jelasnya.
(agn)
Lihat Juga :