Gereja di Papua Akan Dilibatkan Dalam Program Percepatan Pembangunan

Rabu, 16 Februari 2022 - 22:09 WIB
"Hal ini dibuktikan dengan afirmasi Otsus Papua, baik sebelumnya UU No 21 maupun perbaruan pada UU No 2 Tahun 2021," ujar Maskury.

Baca juga: Bangun Sinergi, Pangdam Kasuari Datangi Kapolda Papua Barat



Termasuk juga Inpres No 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat, dan Kepres No. 20 Tahun 2020, tentang koordinasi terpadu percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Maskury menyebut peran gereja sangat penting, yakni sebagai motivasi bagi jemaatnya untuk terus menyebar kedamaian dan berkontribusi positif dalam pembangunan di Papua.

"Gereja juga memberikan pelayanan sosial, kemanusiaan, dan kerohanian serta memberikan kontribusi positif melalui sumbangsih pemikiran yang kritik namun konstruktif dalam pembangunan di Tanah Papua," lanjutnya.

Sementara, Ketua PGGP, Pdt. Hezkia Rollo mengapresiasi langkah Wapres KH Ma'ruf Amin yang menggandeng tokoh-tokoh gereja dalam upaya percepatan pembangunan di Tanah Papua.

"Tuhan ini baik, karena menjadikan seorang kyai menjadi Wakil Presiden. Sehingga kami yang banyak kyai di Papua ini bersatu dalam satu kesatuan gerak. Dan kami percaya bahwa pembangunan di Tanah Papua ini akan berjalan dengan damai dan sukacita, karena peletak dan pendiri PGGP telah keluar dengan tema sentral Jadikan Papua Tanah Damai," ucap Pdt. Hezkia.

Dia menambahkan, hasil Konferensi akan dibuatkan rekomendasi yang kemudian dikirimkan ke Presiden dan Wakil Presiden di Jakarta untuk kemudian menjadi pertimbangan keikutsertaan gereja dalam pembangunan di Tanah Papua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!