Lewat Utang, TKI asal Asahan Bertahan Hidup hanya dengan Makan Mi Instan
Rabu, 03 Juni 2020 - 21:33 WIB
Menurut Tini, dirinya telah bekerja selama 12 tahun di Malaysia, sejak bercerai dengan suaminya pada 2008 yang lalu. Ia memilih bekerja di negara tetangga itu demi membiayai anaknya yang mulai beranjak dewasa. (BACA JUGA: Pemkab Asahan Gandeng IDN Chapter Malaysia Pulangkan TKI)
Namun, cita-cita untuk meningkatkan taraf hidupnya seolah kandas akibat pandemi. Terjebak, karena tak bisa kemana-mana. "Paspor hidup. Tapi visa, mati. Makanya selalu was-was," katanya.
Dirinya pernah berniat pulang secara ilegal, karena ingin melihat ayahnya yang sedang sakit. Tapi urung, karena tidak ada kapal yang berangkat, sampai akhirnya 3hari sebelum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441H/2020 ayahnya meninggal dunia.
Nasib Tini, merupakan gambaran para pekerja migran yang ada di Malaysia. Para pekerja yang jumlahnya diperkirakan ribuan itu bimbang akibat kesulitan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Dan, tak tahu harus mengadu kemana. (BACA JUGA: Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina)
Salah seorang warga Indonesia lainnya yang ada di Malaysia, Darwinsyah, menyebutkan, kondisi para TKI khususnya asal Kabupaten Asahan memang sungguh memprihatinkan. Para pekerja harus benar-benar berhemat agar dapat bertahan hidup.
Namun, cita-cita untuk meningkatkan taraf hidupnya seolah kandas akibat pandemi. Terjebak, karena tak bisa kemana-mana. "Paspor hidup. Tapi visa, mati. Makanya selalu was-was," katanya.
Dirinya pernah berniat pulang secara ilegal, karena ingin melihat ayahnya yang sedang sakit. Tapi urung, karena tidak ada kapal yang berangkat, sampai akhirnya 3hari sebelum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441H/2020 ayahnya meninggal dunia.
Nasib Tini, merupakan gambaran para pekerja migran yang ada di Malaysia. Para pekerja yang jumlahnya diperkirakan ribuan itu bimbang akibat kesulitan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Dan, tak tahu harus mengadu kemana. (BACA JUGA: Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina)
Salah seorang warga Indonesia lainnya yang ada di Malaysia, Darwinsyah, menyebutkan, kondisi para TKI khususnya asal Kabupaten Asahan memang sungguh memprihatinkan. Para pekerja harus benar-benar berhemat agar dapat bertahan hidup.
Lihat Juga :