Noormiliyani Dukung Pemenuhan Modal Inti Bank Kalsel 2024
Jum'at, 24 September 2021 - 15:41 WIB
Fatrya menjelaskan, pada 2020 modal inti Bank Kalsel telah mencapai Rp1.864.800, terdapat kekurangan sebesar Rp1.135.200 untuk mencapai MIM di tahun 2024. Meskipun begitu, ia optimis kerja sama yang baik dengan provinsi dan 13 kabupaten/kota, Bank Kalsel akan mampu memenuhi target.
Fatrya memaparkan, untuk 2021 sendiri perkembangan bisnis Bank Kalsel bergerak positif. Diharapkan capaian ini terus konsisten hingga akhir tahun.
Sementara itu Fahrul, finance Bank Kalsel, mengutarakan, terdapat beberapa pilihan bagi kabupaten/kota agar tidak terlalu berat dalam setoran modal, baik melalui pengembalian dividen 100 persen yang dikembalikan dalam bentuk saham, penambahan posisi modal inti dapat melalui revaluasi aset.
"Selain itu pemegang saham dapat menambahkan modalnya baik secara kas maupun penyerahan aset (inbreng). Dengan skenario ini kita harapkan dapat mengurangi beban daerah dalam memenuhi kebutuhan Modal Inti Bank Kalsel 2024,” ucapnya.
Bupati Noormiliyani AS menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan berkomitmen menambah penyertaan modal kepada Bank Kalsel sebesar Rp30 miliar yang dituangkan dalam Perda Nomor 9 Tahun 2019. “Tambahan ini menambahkan penyertaan modal sebelumnya sebesar Rp70 miliar pada 2018,” ujar bupati wanita pertama di Kalsel ini.
Fatrya memaparkan, untuk 2021 sendiri perkembangan bisnis Bank Kalsel bergerak positif. Diharapkan capaian ini terus konsisten hingga akhir tahun.
Sementara itu Fahrul, finance Bank Kalsel, mengutarakan, terdapat beberapa pilihan bagi kabupaten/kota agar tidak terlalu berat dalam setoran modal, baik melalui pengembalian dividen 100 persen yang dikembalikan dalam bentuk saham, penambahan posisi modal inti dapat melalui revaluasi aset.
"Selain itu pemegang saham dapat menambahkan modalnya baik secara kas maupun penyerahan aset (inbreng). Dengan skenario ini kita harapkan dapat mengurangi beban daerah dalam memenuhi kebutuhan Modal Inti Bank Kalsel 2024,” ucapnya.
Bupati Noormiliyani AS menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan berkomitmen menambah penyertaan modal kepada Bank Kalsel sebesar Rp30 miliar yang dituangkan dalam Perda Nomor 9 Tahun 2019. “Tambahan ini menambahkan penyertaan modal sebelumnya sebesar Rp70 miliar pada 2018,” ujar bupati wanita pertama di Kalsel ini.
Lihat Juga :