Vaksinasi di Surabaya Tembus Sejuta, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Prokes
Jum'at, 28 Mei 2021 - 12:27 WIB
SURABAYA - Warga di Kota Pahlawan yang sudah menerima vaksin COVID-19 mencapai 1.065.961 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 389.789 orang merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita menuturkan, jumlah keseluruhan warga Surabaya yang telah mendapatkan vaksin mencapai 1.065.961 jiwa.
Dari angka itu, terdiri dari Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), lansia serta pelayanan publik. “Kami masih terus door to door ke rumah warga, terutama untuk menyasar para lansia,” kata Feny, panggilan akrabnya, Jumat (28/5/2021).
Ia melanjutkan, pelaksanaan vaksinasi lansia sudah disiapkan di berbagai titik. Hal ini dilakukan agar lansia dapat memilih lokasi mana saja yang lebih dekat dari rumahnya. Mulai dari puskesmas, rumah sakit, balai RW, kantor kelurahan, kantor kecamatan, maupun tempat lain yang telah ditentukan oleh tiga pilar.
"Kita juga siapkan sentral vaksin yang telah ditentukan lainnya, seperti misalnya mal," ungkapnya.
Ia juga menegaskan, ke depan masyarakat yang belum melakukukan vaksinasi terurama lansia tidak perlu khawatir. Sebab, vaksin dilakukan agar masyarakat memiliki kekebalan dan antibodi.
Pihaknya juga meminta warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan meskipun sebagian warga telah mendapatkan vaksin COVID-19. “Tetap mengenakan masker, cuci tangan, jaga jarak harus tetap dijaga. Jangan lupa tetap menjaga imunitas,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita menuturkan, jumlah keseluruhan warga Surabaya yang telah mendapatkan vaksin mencapai 1.065.961 jiwa.
Dari angka itu, terdiri dari Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), lansia serta pelayanan publik. “Kami masih terus door to door ke rumah warga, terutama untuk menyasar para lansia,” kata Feny, panggilan akrabnya, Jumat (28/5/2021).
Ia melanjutkan, pelaksanaan vaksinasi lansia sudah disiapkan di berbagai titik. Hal ini dilakukan agar lansia dapat memilih lokasi mana saja yang lebih dekat dari rumahnya. Mulai dari puskesmas, rumah sakit, balai RW, kantor kelurahan, kantor kecamatan, maupun tempat lain yang telah ditentukan oleh tiga pilar.
"Kita juga siapkan sentral vaksin yang telah ditentukan lainnya, seperti misalnya mal," ungkapnya.
Ia juga menegaskan, ke depan masyarakat yang belum melakukukan vaksinasi terurama lansia tidak perlu khawatir. Sebab, vaksin dilakukan agar masyarakat memiliki kekebalan dan antibodi.
Pihaknya juga meminta warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan meskipun sebagian warga telah mendapatkan vaksin COVID-19. “Tetap mengenakan masker, cuci tangan, jaga jarak harus tetap dijaga. Jangan lupa tetap menjaga imunitas,” ungkapnya.
(don)
tulis komentar anda