Praperadilan Ditolak, Kakek Henky Anggap Hakim Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 11 Mei 2021 - 05:43 WIB
"Hakim tunggal tidak melihat keterangan ahli hukum pidana dan ahli perdata. Ahli hukum pidana Effendy Saragih mengatakan dalam praperadilan untuk pembatalan ketetapan tersangka atas seseorang maka yang menetapkan tersangka harus dapat menunjukkan minimal 2 alat bukti yang sah sehingga dapat digunakan sebagai dasar menetapkan seseorang menjadi tersangka," ungkap Herdika.

Sementara ahli hukum Perdata Dinda Keumala mengatakan bahwa jual beli itu sah apabila terpenuhi syarat tunai, terang dan riil, serta legalitas kesepakatan bersama tetap berlaku selama belum diakhiri oleh kedua belah pihak atau diajukan gugatan pembatalan oleh salah satu pihak.

"Apabila surat tanah masih atas nama pemilik lama itu adalah hal lumrah yang sering terjadi di tengah masyarakata kita dan dasarnya adalah kesepakatan kedua belah pihak," terang Herdika.

Kemudian, sambung Herdika, hakim tunggal gagal memimpin persidangan permohonan praperadilan ini karena tidak dapat menghadirkan 2 alat bukti yang sah melalui termohon yang menyebabkan pemohon ditetapkan sebagai tersangka.

"Namun anehnya hakim menilai dua alat bukti yang sah sebagai dasar menetapkan pemohon sebagai Tersangka," tutur Herdika. Baca juga: Rentan Kena COVID-19, Kakek Henky Minta Penangguhan Penahanan ke Kejari Tanjung Pinang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!