Bisnis Properti di Jatim Ikut Tergerus Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020 - 17:15 WIB
“Sehingga marketing yang pintar harus bisa mengubah mindset konsumen terhadap produk properti yang dijual. Bagaimana properti menjadi kebutuhan mereka. Kami juga menawarkan kemudahan pembayaran uangmuka,” terangnya.

Direktur Utama PT Tata Kreasi Indonesia, Supriyadi memperkirakan, bisnis properti akan bergairah pada pertengahan tahun depan. Sebab pasca krisis, masyarakat akan lebih mengutamakan membayar utang atau cicilan tagihan dibanding membeli rumah baru.

“Jika Juni grafik Covid-19 menurun, maka aktifitas masyarakat akan kembali normal di awal tahun depan. Dengan skema tersebut, maka pada Maret 2021, masyarakat baru bisa bayar utang. Baru pada Juni 2021 mereka baru bisa beli properti,” imbuhnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!