Kadistrik Junno Resmikan BUMKam Mamda Bongya di Kampung Mamda
Kamis, 18 Maret 2021 - 12:05 WIB
Kadistrik Kemtuk memaparkan, BUMKam Mamda Bongya ini mulai beroperasi pada tanggal 17 Maret 2021 dan memiliki unit usaha pencetakan batu tela dan pengelolaan kayu lokal serta ekspor.
"Setelah diresmikan, BUMKam ini mulai beroperasi besok tanggal 17 Maret dan bergerak di unit usaha pencetakan batu tela serta pengelolaan kayu lokal maupun kayu ekspor. Apalagi dengan adanya Tol Laut Depapre Jayapura, ini mempermudah kita punya akses untuk ekspor kayu keluar," tuturnya.
Selain itu, Kadistrik Kemtuk juga berharap dengan adanya BUMKam 'Mamda Bongya' ini dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kampung Mamda. Sekaligus, juga pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jayapura dan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua, untuk melatih para pemuda yang ada di Kampung Mamda.
"Dorang tidak hanya olah kayu saja, tetapi kalau bisa kayu ini bisa diolah menjadi bahan yang bisa dijual. Kita tidak lagi kirim kayu keluar, kemudian dari luar olah kayu menjadi kursi atau lemari baru kirim kembali ke Papua. Tapi, kita yang harus olah baru itu kita yang keluarkan ke Papua," katanya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa BUMKam Mamda Bongya ini merupakan langkah maju untuk perekonomian masyarakat di Kampung Mamda.
"Setelah diresmikan, BUMKam ini mulai beroperasi besok tanggal 17 Maret dan bergerak di unit usaha pencetakan batu tela serta pengelolaan kayu lokal maupun kayu ekspor. Apalagi dengan adanya Tol Laut Depapre Jayapura, ini mempermudah kita punya akses untuk ekspor kayu keluar," tuturnya.
Selain itu, Kadistrik Kemtuk juga berharap dengan adanya BUMKam 'Mamda Bongya' ini dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kampung Mamda. Sekaligus, juga pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jayapura dan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua, untuk melatih para pemuda yang ada di Kampung Mamda.
"Dorang tidak hanya olah kayu saja, tetapi kalau bisa kayu ini bisa diolah menjadi bahan yang bisa dijual. Kita tidak lagi kirim kayu keluar, kemudian dari luar olah kayu menjadi kursi atau lemari baru kirim kembali ke Papua. Tapi, kita yang harus olah baru itu kita yang keluarkan ke Papua," katanya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa BUMKam Mamda Bongya ini merupakan langkah maju untuk perekonomian masyarakat di Kampung Mamda.
Lihat Juga :