Gara-gara PTKM Kendor, 3 Kapenewonan di Sleman Jadi Zona Merah
Senin, 08 Maret 2021 - 20:53 WIB
Joko menjelaskan berdasarkan analisis timnya, perubahan ini muncul karena warga mulai terlena dengan turunnya kasus COVID-19 dan tingginya pasien yang sembuh. Sehingga,penerapan pembatasan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) berbasis mikro, khususnya protokol kesehatan tak berjalan optimal. Dominasi pelanggaran adalah munculnya kerumunan di kelompok masyarakat.
“Analisia kami, PTKM memang agak kendor. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkerumun mulai marak seperti hajatan dan takjiah juga masih terjadi,” paparnya.
Baca juga: Lebih Cepat, Akurat dan Aman, Sleman Kembali Gelar Pilurah E-Voting Serentak 2021
Untuk itu, pihaknya meminta warga tetap mematuhi dan melaksanaan PTKM, sehingga kasus COVID-19 di Sleman dapat terkendali dan terus menurun, serta semua kapenwonan diharapkan akan masuk zona kuning dan hijau.
Sleman sendiri untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 kembali memperpanjang PTKM berbasis mikro, yaitu dari tanggal 9 Maret-22 Maret 2021. Perpanjangan itu tertunag dalam Instruksi bupati Sleman No 06/INSTR/2021, tertangga 8 Maret 2021.
“Analisia kami, PTKM memang agak kendor. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkerumun mulai marak seperti hajatan dan takjiah juga masih terjadi,” paparnya.
Baca juga: Lebih Cepat, Akurat dan Aman, Sleman Kembali Gelar Pilurah E-Voting Serentak 2021
Untuk itu, pihaknya meminta warga tetap mematuhi dan melaksanaan PTKM, sehingga kasus COVID-19 di Sleman dapat terkendali dan terus menurun, serta semua kapenwonan diharapkan akan masuk zona kuning dan hijau.
Sleman sendiri untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 kembali memperpanjang PTKM berbasis mikro, yaitu dari tanggal 9 Maret-22 Maret 2021. Perpanjangan itu tertunag dalam Instruksi bupati Sleman No 06/INSTR/2021, tertangga 8 Maret 2021.
(nic)
Lihat Juga :