Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Walannae Dibongkar
Minggu, 17 Mei 2020 - 08:00 WIB
Hal tersebut bertujuan, untuk mencegah pihak kontraktor bermain dalam penggunaan material batu. Saat ini di lokasi proyek tersebut, banyak material tumpukan batu yang dinilai tidak layak, sebab ukurannya kecil serta dinilai akan mudah terbawa arus sungai.
"Harus menggunakan batu gajah seberat 50 kilogram keatas, sebab jika batu ukuran kecil akan mudah tergerus arus sungai," pintanya
Tidak hanya itu, Irawan, menghimbau kepada pihak BBSW untuk turun langsung memantau dan milihat sampel kelayakan batu yang digunakan dalam proyek tersebut
Selain itu juga, BBSW diharap segera melakukan penambah porsenil dari konsultan pengawasan. Untuk mengawasi material batu yang kelak akan digunakan, sebab tanpa pengawasan, pihak kontraktor akan dengan mudah memainkan material di lapangan.
"BBSW harus turun menguji ukuran dan kekerasan batu sebagai material yang dipakai dalam pembangunan pengendalian banjir Sungai Walannae. Porsenil Konsultan pengawasan juga harus ditambah untuk mengawasi material yang akan dipakai," pungkasnya.
"Harus menggunakan batu gajah seberat 50 kilogram keatas, sebab jika batu ukuran kecil akan mudah tergerus arus sungai," pintanya
Tidak hanya itu, Irawan, menghimbau kepada pihak BBSW untuk turun langsung memantau dan milihat sampel kelayakan batu yang digunakan dalam proyek tersebut
Selain itu juga, BBSW diharap segera melakukan penambah porsenil dari konsultan pengawasan. Untuk mengawasi material batu yang kelak akan digunakan, sebab tanpa pengawasan, pihak kontraktor akan dengan mudah memainkan material di lapangan.
"BBSW harus turun menguji ukuran dan kekerasan batu sebagai material yang dipakai dalam pembangunan pengendalian banjir Sungai Walannae. Porsenil Konsultan pengawasan juga harus ditambah untuk mengawasi material yang akan dipakai," pungkasnya.
(agn)
Lihat Juga :