Dikucur Miliaran Rupiah, Pelayanan Kesehatan Warga di Wilayah Perbatasan Membaik

Minggu, 27 Desember 2020 - 07:02 WIB
Bantuan dana miliaran rupiah dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi pembangunan puskesmas di wilayah perbatasan Kabupaten Bintan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. SINDOnews/Nanang
BINTAN - Bantuan dana miliaran rupiah dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi pembangunan puskesmas di wilayah perbatasan Kabupaten Bintan , Kepulauan Riau semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah warga Kabupaten Bintan yang berbatasan laut dengan Singapura dan Malaysia mengaku puas dengan keberadaan puskesmas di kecamatan lokasi prioritas (lokpri) yang melayani mereka.

Purwati, salah seorang pasien yang sedang berobat di Puskesmas Kawal mengatakan, pelayanan serta fasilitas di Puskesmas Kawal saat ini sudah memuaskan. ”Alhamdulillah, pelayanan serta fasilitas yang diberikan oleh puskesmas sangat baik. Saya selaku pasien yang berobat di sini sangat puas,” sebut Purwati kepada tim Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan, 22 – 24 Desember 2020.



Puskesmas Kawal terletak di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan dan masuk dalam lokasi prioritas pembangunan wilayah perbatasan. Bantuan dana pusat sebanyak Rp4 miliar dikucurkan untuk merehabilitasi bangunan puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Kawal Dokter Feby Wardani mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih sekali dengan adanya bantuan bangunan baru ini serta fasilitas medis. “Apalagi kami juga mendapat bantuan kendaran operasional satu ambulans yang tentunya sangat bermanfaat karena kami bisa jemput bola untuk pasies,” ujar Feby. (Baca: Suami Tak Bisa Melaut karena Musim Ombak, Istri Nelayan di Perbatasan Bercocok Tanam Hidroponik).

Selain Puskesmas Kawal, kucuran dana pemerintah juga mengalir ke Puskesmas Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Puskesmas Tanjung Uban mendapatkan bantuan dana sekitar RP 5 miliar. Dimana Rp4,5 miliar untuk pembangunan fisik seperti IGD serta Rp500juta untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!