Pandemi COVID-19, Keberangkatan Pekerja Migran Tertunda

Rabu, 13 Mei 2020 - 15:34 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki), Saiful Mashud menjelaskan, saat ini total keseluruhan ada 668 CPMI di Kabupaten Malang yang terpaksa harus tertunda keberangakatannya.

Hal ini karena pandemic COVID-19. Semenatara 200 orang dari BLK dan lembaga pelatihan yang turut terpukul karena dampak virus ini. "Hari ini diberikan bantuan secara simbolis kepada 20 orang. Diantaranya ada Pekerja Migran Indonesia dan instruktur BLK yang turut dirumahkan," Saiful.

Dia berharap dengan bantuan dari pemerintah ini dapat membantu para CPMI dan instruktur BLK yang keberangkatannya tertunda. Mengenai rencana Kabupaten Malang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Saiful menyambut dengan positif. "Jika memang diterapkan PSBB, saya harap semoga semua warga mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran," tegasnya.

Sementara itu Bupati Malang, Sanusi menjelaskan, pembagian sembako ini diharapkan mampu membantu para CPMI yang terdampak. Selain itu, setelah COVID-19 para CPMI akan diberangkatkan ke negara tujuan. "Bukan gagal berangkat ya tapi tertunda keberangkatannya," kata Sanusi.

Sanusi berharap, para CPMI tetap semangat dan berikhtiar. Sehingga ketika COVID-19 selesai, mereka bisa kembali bekerja. Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu juga mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan social distancing dan laksanakan protokol kesehatan Covid-19 setiap selesai melaksankan aktivitas di luar rumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!