Jembatan 7 Wali-Wali yang Menjadi Kebanggaan Masyarakat Merauke Mulai Keropos
Selasa, 01 Desember 2020 - 22:17 WIB
Jembatan kebanggaan masyarakat Merauke yang berusia 26 tahun ini rupanya banyak bagian yang sudah keropos dikikis air sungai dan terkena benturan kapal tongkang. (Ist)
MERAUKE - Sepintas kondisi Jembatan 7 Wali-Wali Merauke masih seperti dahulu. Kelihatan kokoh dan indah, membentang di atas Sungai Maro.
Jembatan 7 Wali-Wali sangat vital karena merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan antara kota Merauke dan sentra pertanian padi di lokasi transmigrasi penghasil beras terbesar di Papua .
Tapi siapa sangka, jembatan kebanggaan masyarakat Merauke yang berusia 26 tahun ini rupanya banyak bagian yang sudah keropos dikikis air sungai dan terkena benturan kapal tongkang. Akibatnya terjadi kemiringan jembatan Maro. Kondisi ini cukup membahayakan.
Hasil pemantauan tim Wakil Menteri PUPR dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Sefnat TF Womsiwor menemukan di lapangan banyak tiang baja jembatan sudah semakin keropos. “Kami sudah membuat laporan detail tentang permasalahan yang terjadi di sepanjang jembatan ini, ” ujar Sefnat Womsiwor.
Jembatan 7 Wali-Wali sangat vital karena merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan antara kota Merauke dan sentra pertanian padi di lokasi transmigrasi penghasil beras terbesar di Papua .
Tapi siapa sangka, jembatan kebanggaan masyarakat Merauke yang berusia 26 tahun ini rupanya banyak bagian yang sudah keropos dikikis air sungai dan terkena benturan kapal tongkang. Akibatnya terjadi kemiringan jembatan Maro. Kondisi ini cukup membahayakan.
Hasil pemantauan tim Wakil Menteri PUPR dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Sefnat TF Womsiwor menemukan di lapangan banyak tiang baja jembatan sudah semakin keropos. “Kami sudah membuat laporan detail tentang permasalahan yang terjadi di sepanjang jembatan ini, ” ujar Sefnat Womsiwor.
Lihat Juga :