Meski Pandemi COVID-19, Penjualan Sekar Bumi Tumbuh 57%
Selasa, 10 November 2020 - 18:54 WIB
Direktur PT Sekar Bumi Tbk Howard Ken Lukminto menerima penghargaan Primaniyarta Award dari Kemendag. Foto SINDOnews
SURABAYA - PT Sekar Bumi Tbk hingga triwulan III 2020 membukukan penjualan hingga Rp2,2 triliun. Capaian itu naik 57% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,4 triliun. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan produk perikanan itu optimistis penjualan bisa menyentuh angka Rp3 triliun.
Direktur PT Sekar Bumi Tbk Howard Ken Lukminto mengatakan, meski di masa pandemi COVID-19, perusahaan mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa. Salah satunya disebabkan ada peningkatan penjualan ekspor ke pasar ritel luar negeri.
Sebelum pandemi COVID-19, perusahaan menerima kunjungan dari beberapa supermarket besar dari Amerika Serikat. “Setelah lolos proses audit, sekarang sudah menjadi salah satu dari sedikit approved supplier dari tanah air,” katanya, Selasa (10/11/2020). (Baca juga: Sekar Bumi Raih Penghargaan Primaniyarta )
Menurutnya, pertumbuhan permintaan konsumen ritel luar negeri tahun ini memang naik sangat signifikan. Ini seiring dengan adanya perpindahan dari konsumen yang lebih memilih berbelanja di supermarket dan memasak sendiri dibandingkan makan di restoran.“Saat ini, perusahaan tengah merencanakan proyek ekspansi pabrik pengolahan udang beku yang diharapkan dapat meningkatkan setidaknya 20% dari total kapasitas produksi,” terangnya.
Direktur PT Sekar Bumi Tbk Howard Ken Lukminto mengatakan, meski di masa pandemi COVID-19, perusahaan mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa. Salah satunya disebabkan ada peningkatan penjualan ekspor ke pasar ritel luar negeri.
Sebelum pandemi COVID-19, perusahaan menerima kunjungan dari beberapa supermarket besar dari Amerika Serikat. “Setelah lolos proses audit, sekarang sudah menjadi salah satu dari sedikit approved supplier dari tanah air,” katanya, Selasa (10/11/2020). (Baca juga: Sekar Bumi Raih Penghargaan Primaniyarta )
Menurutnya, pertumbuhan permintaan konsumen ritel luar negeri tahun ini memang naik sangat signifikan. Ini seiring dengan adanya perpindahan dari konsumen yang lebih memilih berbelanja di supermarket dan memasak sendiri dibandingkan makan di restoran.“Saat ini, perusahaan tengah merencanakan proyek ekspansi pabrik pengolahan udang beku yang diharapkan dapat meningkatkan setidaknya 20% dari total kapasitas produksi,” terangnya.
Lihat Juga :