Jika Ada yang Mau Menggugat UU Ciptaker ke MK, Wali Kota Palopo Mau Sumbang tapi Cuma Rp1 Juta
Selasa, 13 Oktober 2020 - 03:20 WIB
Sebelum dialog itu, HM Judas Amir sempat menolak demonstran untuk bertemu dengan alasan para pendemo tidak dikenal.
“Saya tetap konsisten. Yang saya undang jelas. Ada perwakilan, organisasi ada pengurus. Jadi, hari ini saya tidak siap untuk bertemu dengan orang yang tidak saya undang,” tegasnya. (BACA JUGA: Pesta Kemenangan Penggemar Lakers Saat Pandemi Dibubarkan Polisi)
Karena wali kota sempat bersikukuh menolak bertemu demonstran, massa sempat gaduh di ruang pola kantor wali kota.
Namun selang sekitar 30 menit kemudian, wali kota akhirnya bersedia berdialog dengan perwakilan lembaga mahasiswa.
Namun, dalam pertemuan tersebut, tuntutan para pendemo agar walikota menandatangani pernyataan sikap penolakan Omnibus Law tak terpenuhi.
“Saya tetap konsisten. Yang saya undang jelas. Ada perwakilan, organisasi ada pengurus. Jadi, hari ini saya tidak siap untuk bertemu dengan orang yang tidak saya undang,” tegasnya. (BACA JUGA: Pesta Kemenangan Penggemar Lakers Saat Pandemi Dibubarkan Polisi)
Karena wali kota sempat bersikukuh menolak bertemu demonstran, massa sempat gaduh di ruang pola kantor wali kota.
Namun selang sekitar 30 menit kemudian, wali kota akhirnya bersedia berdialog dengan perwakilan lembaga mahasiswa.
Namun, dalam pertemuan tersebut, tuntutan para pendemo agar walikota menandatangani pernyataan sikap penolakan Omnibus Law tak terpenuhi.
Lihat Juga :