Kapolda Papua Tegaskan Usut Tuntas Peristiwa Pembakaran dan Tangkap Pelakunya

Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:13 WIB
Jumlah aparat yang tidak sebanding dengan massa membuat pembakaran fasilitas pemerintahan tidak dapat dihindarkan. Seusai membakar aula kantor Perbatasan dan Dinas Tenaga Kerja pada sore hari, massa kemudian bergerak dan membakar gedung DPMK Kabupaten Keroom pada malam hari.

Kepala Polda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, membenarkan ada kejadian tersebut. Dia menyayangkan aksi pembakaran tersebut.

Menurut Waterpauw, terkait penerimaan CPNS di Kabupaten Keroom, telah memenuhi kuota sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yaitu 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non-OAP.

"Kami menyesali pembakaran terjadi. Kami tahu bahwa tenaga perawat, guru, dan dokter merupakan bidang yang membutuhkan keahlian dan kualitas spesifik. Mereka tidak menerima kekurangannya dan berharap semua harus dipenuhi pemerintah," kata Paulus Waterpauw kepada SINDOnews.com, Kamis (1/10/2020) malam tadi.

Jenderal bintang dua itu pun menegaskan, Polda Papua akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap siapa saja yang terlibat dalam aksi pembakaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!