Mengunjungi Ponpes Nurul Ummahat di Tengah Permukiman Warga Kotagede

Selasa, 05 Mei 2020 - 09:30 WIB
Rata-rata mereka memiliki prestasi di kampusnya. Hebatnya, dari 80 santri, 38 di antaranya hafal Alquran. "Kelulusannya semua cum laude," kata Kiai Abdul Muhaimin melalui pesan WhatsApp kepada SINDOnews.

Kiprah Kiai Abdul Muhaimin dalam berbagai kegiatan sosial ternyata juga memberi warna. Berbagai kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menghadirkan tokoh-tokoh agama lain sering digelar di pondok ini. Para santri juga diajak menggeluti wacana gender, demokrasi, dan HAM, tapi berbasis tafsir.

"Ponpes Putri Nurul Ummahat memang berbeda dengan pondok lainnya khususnya yang ada di Yogya. Pondok ini memiliki visi-misi modern, moderat, manusiawi. Ponpes ini pula terbuka untuk semua kalangan dalam arti, semua orang, baik personal atau organisasi bisa ikut belajar mengaji di sini," ujar Eva Lutfiani 'Azizah, salah satu santri di Nurul Ummahat.

Mahasiswi Manajeman Pendidikan Islam UIN Yogya ini mengakui latar belakang Kiai Abdul Muhaimin sebagai seorang aktivis memang memberi warna di pondok. Mereka secara langsung bisa melihat bagaimana bertoleransi dan berdemokrasi dari sosok kiainya.

"Umat agama lain pun tak jarang mengadakan live in di pesantren kami. Tentu, banyak pelajaran yang dapat kami amati dan fahami. Yang paling pokok adalah bagaimana kami bisa hidup di negara yang berasas Bhineka Tunggal Ika. Memahami berbagai pendapat dan perbedaan. Belajar dan mencoba berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita damai di negeri ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!