Kiat Profesi Trainer Survive pada Era Pandemi COVID-19

Selasa, 15 September 2020 - 13:26 WIB
Salah satu strategi yang dilakukan pemilik akun Instagram @poernamaprijatna ini adalah dengan mengundang klien-klien maupun publik untuk mendapatkan pengalaman Online Training melalui video converence seperti ZOOM. "Akhirnya sebuah sesi online training yang tanpa mengurangi esensi dari sebuah pelatihan, dapat berjalan dengan baik, dan kontrak-kontrak dengan klien yang tertunda dan dibatalkanpun mampu terjalin kembali," kata dia.

Menurut Poernama Prijatna, dalam memberikan Online Training, sebagai trainer, diperlukan mampu memberikan energi dan performa yang terbaik. Di antaranya yaitu saat membawakan pelatihan, perlu diperhatikan kualitas video, tata cahaya, audio, penampilan serta tata letak ruang penampilan pada layer yang membuat peserta online training nyaman dan tidak membosankan.

Selain tampilan, kata dia, juga perlu diperhatikan interaktif yang dibangun dengan peserta, salah satunya dengan menggunakan slide, fasilitas chat, audio mute/unmute, dan juga ruang breakroom.

“Goals utama dalam memberikan sebuah training adalah bagaimana kita sebagai seorang trainer mampu memfasilitasi peserta mendapatkan sebuah skill baru yang bisa menjadi solusi atas masalah yang dihadapinya. Saya meyakini, seberapapun hebatnya sebuah online training yang diberikan, baik dari kualitas audio, video dan tata cahaya, namun bila tidak menjadi solusi bagi masalah peserta akan menjadi percuma saja,“ kata Poernama Prijatna.

Selain itu, dia juga sebagai seorang entrepreneurs yang saat ini sedang mengembangkan sebuah usaha rintisan marketplace yang segera di-launching dalam waktu dekat.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!