Kiat Profesi Trainer Survive pada Era Pandemi COVID-19

Selasa, 15 September 2020 - 13:26 WIB
loading...
Kiat Profesi Trainer...
Poernama Prijatna, yang merupakan seorang trainer professional bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini pun tak luput dari dampak COVID-19. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - COVID-19 memberikan dampak pada hampir semua sektor kehidupan, perekonomian, sosial, budaya, keuangan, politik dan juga termasuk industri pelatihan atau training industry.

Poernama Prijatna, yang merupakan seorang trainer profesional bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini pun tak luput dari dampak COVID-19. Dengan pembatasan segala aktifitas bisnis, praktis membuat jadwal-jadwal pelatihan yang sudah diagendakan di berbagai organisasi baik dalam maupun luar negeri batal. Hal ini demi mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah yakni, pembatasan sosial berskala besar (PSBB). (Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, BPSDMI Kemenperin Gelar Diklat di 7 Kota )

Hal ini membuat pria kelahiran Bandung, berumur 44 tahun ini memutar otak untuk tetap bisa menjalankan kelas trainingnya. Walau dengan terpaksa, klien-klien yang mempunyai jadwal kelas training harus menunda, bahkan membatalkan kelasnya, dinegosiasikan untuk mengubah kelas dengan secara online. (Baca juga: Puluhan Pekerja Konstruksi di Takalar Ikut Sertifikasi )

Pada awalnya memang tidak mudah, karena pada awal pandemi perusahaan pun memikirkan bagaimana untuk survival bisnisnya. Namun, perlahan tapi pasti, Poernama Prijatna yang juga tersertifikasi sebagai seorang coach dari meta coach foundation yang di-assessment langsung oleh foundernya L Michael Hall Ph D menemukan strategi bahwa suatu saat, perusahaan pasti akan tetap membutuhkan training.

Salah satu strategi yang dilakukan pemilik akun Instagram @poernamaprijatna ini adalah dengan mengundang klien-klien maupun publik untuk mendapatkan pengalaman Online Training melalui video converence seperti ZOOM. "Akhirnya sebuah sesi online training yang tanpa mengurangi esensi dari sebuah pelatihan, dapat berjalan dengan baik, dan kontrak-kontrak dengan klien yang tertunda dan dibatalkanpun mampu terjalin kembali," kata dia.

Menurut Poernama Prijatna, dalam memberikan Online Training, sebagai trainer, diperlukan mampu memberikan energi dan performa yang terbaik. Di antaranya yaitu saat membawakan pelatihan, perlu diperhatikan kualitas video, tata cahaya, audio, penampilan serta tata letak ruang penampilan pada layer yang membuat peserta online training nyaman dan tidak membosankan.

Selain tampilan, kata dia, juga perlu diperhatikan interaktif yang dibangun dengan peserta, salah satunya dengan menggunakan slide, fasilitas chat, audio mute/unmute, dan juga ruang breakroom.

“Goals utama dalam memberikan sebuah training adalah bagaimana kita sebagai seorang trainer mampu memfasilitasi peserta mendapatkan sebuah skill baru yang bisa menjadi solusi atas masalah yang dihadapinya. Saya meyakini, seberapapun hebatnya sebuah online training yang diberikan, baik dari kualitas audio, video dan tata cahaya, namun bila tidak menjadi solusi bagi masalah peserta akan menjadi percuma saja,“ kata Poernama Prijatna.

Selain itu, dia juga sebagai seorang entrepreneurs yang saat ini sedang mengembangkan sebuah usaha rintisan marketplace yang segera di-launching dalam waktu dekat.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved